Laporkan Masalah

PENERAPAN ASPEK FENG SHUI PADA BANGUNAN KELENTENG DI BALI

GENDRO KELING, Dr. Mimi Savitri, M.A.

2020 | Tesis | MAGISTER ARKEOLOGI

Tesis ini mengkaji budaya Tionghoa yang diwujudkan dalam penerapan Feng Shui berdasarkan aspek-aspeknya pada bangunan kelenteng di Bali. Feng Shui adalah suatu konsep yang dipengaruhi oleh ajaran Taoisme yaitu seni penempatan, keahlian yang digunakan untuk mengatur bangunan dan lingkungannya dan berkaitan erat dengan lingkungan alam. Kajian Feng Shui pada tesis ini difokuskan menelaah aspek-aspek dalam Feng Shui yang dapat diidentifikasi implementasinya dalam bangunan kelenteng. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui negosiasi budaya yang tercermin pada hasil budaya Tionghoa di Bali. Negosiasi budaya yang dimaksud mengacu pada adaptasi atau penyesuaian aspek Feng Shui dengan kondisi alam dan budaya Bali. Tujuan akhir kajian ini yaitu diharapkan akan diperoleh gambaran karakteristik dari konsep Feng Shui pada bangunan kelenteng di Bali. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori tranmisi budaya, teori adaptasi, dan integrasi budaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dan teknik analisis data menggunakan teknik analisis data kualitatif yang memiliki komponen analisis berupa reduksi data, penyajian data olahan, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh gambaran bahwa penerapan Feng Shui di Bali pada bangunan kelenteng di Bali tidak diterapkan secara penuh. Beberapa aspek dalam konsep Feng Shui tidak dapat dipenuhi, sehingga dilakukan penyesuaian tanpa mengurangi nilai dari konsep aslinya. Selain adanya penyesuaian terhadap aspek Feng Shui, terdapat bentuk persilangan budaya dimana kebudayaan ini memperlihatkan percampuran budaya Bali dalam balutan budaya Tionghoa.

This thesis examines Chinese culture which applied on Feng Shui based on its aspects on kelentengs in Bali. Feng Shui is a concept influenced by Taoism, which mean the art of placement, expertise used to regulate buildings and their environment and its closely related to the natural environment. This thesis examines aspects of Feng Shui which is implemented on kelentengs in Bali. The purpose of this study is to determine cultural negotiations that reflected in the Chinese culture in Bali.The cultural negotiation refers to the adaptation or adjustment of aspects of Feng Shui with the natural conditions and culture of Bali. From these point the characteristic of the Feng Shui concept and its adaptation forms obtained in the kelentengs in Bali. The theory used in this research are culture transmission theory, adaptation theory, and cultural integration. This thesis using descriptive-qualitative approach while data analysis techniques using qualitative data analysis techniques that have an analysis component in the form of data reduction, presentation of processed data, and drawing conclusions. The results of the study showed that the application of Feng Shui in the kelentengs in Bali was applied partially. Some aspects of the Feng Shui concept cannot be fulfilled, so adjustments are made without reducing the value of the original concept. In addition to adjustments to aspects of Feng Shui, there is cultural crossing where the culture shows a mixture of Balinese culture in Chinese culture.

Kata Kunci : Feng Shui, kelenteng, Tionghoa, Bali, budaya

  1. S2-2020-419224-abstract.pdf  
  2. S2-2020-419224-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-419224-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-419224-title.pdf