Laporkan Masalah

Pendapatan Masyarakat Pelaku Usaha Wisata Pendakian di Resort Senaru Taman Nasional Gunung Rinjani Sebelum dan Setelah Gempa Lombok 2018

ADIT BONDAN PRADHANA, Ir. Retno Nur Utami, M.P.

2020 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Wisata pendakian Gunung Rinjani merupakan salah satu jenis kegiatan wisata yang terdapat di Taman Nasional Gunung Rinjani. Kejadian gempa bumi yang melanda pulau Lombok pada tahun 2018 menyebabkan munculnya beberapa retakan di sepanjang jalur pendakian yang berpotensi menyebabkan longsor sehingga menyebabkan kegiatan pendakian ditutup untuk umum, sebelum akhirnya dibuka kembali dengan akses yang terbatas. Adanya penutupan kegiatan pendakian ini mengakibatkan hilangnya pekerjaan masyarakat yang bergantung pada usaha wisata pendakian yang mana akan berdampak pada perubahan pendapatan masyarakat pelaku usaha wisata. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi usaha wisata terhadap pendapatan total dan perubahan pendapatan masyarakat pelaku usaha wisata, sebelum dan setelah gempa Lombok 2018, serta persepsi masyarakat pelaku usaha wisata terhadap keberadaan wisata pendakian, mengingat dinamika persepsi tidak lepas dari dinamika pendapatan. Penelitian ini dilakukan di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Metode yang dilakukan secara umum adalah observasi langsung, wawancara terhadap pelaku usaha wisata, dan dilengkapi dengan tinjauan literatur. Wawancara dilakukan terhadap 100 orang responden yang dipilih menggunakan metode purposive sampling berdasarkan masing-masing jenis usahanya, guna mengumpulkan data pendapatan dan persepsi pelaku usaha wisata terhadap keberadaan wisata pendakian. Analisis data menggunakan analisis deskriptif sehingga didapatkan output berupa grafik dan tabel. Hasil menunjukkan bahwa sebelum gempa Lombok 2018, sektor wisata berkontribusi sebesar 97% terhadap pendapatan total pelaku usaha wisata, sedangkan setelah terjadinya gempa, sektor wisata berkontribusi sebesar 82% terhadap pendapatan total pelaku usaha wisata. Rata-rata penurunan pendapatan pelaku usaha wisata karena ditutupnya akses wisata pendakian adalah sebesar 91%, sedangkan rata-rata penurunan pendapatan pelaku usaha wisata sebelum gempa dan setelah gempa (setelah pembukaan kembali) adalah sebesar 60,8%. Masyarakat pelaku usaha wisata menganggap penting adanya wisata pendakian, serta mendukung wisata pendakian, baik kesiapan dalam menjalankan usaha wisata, maupun dukungan terhadap konservasi kawasan. Akan tetapi, partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan masih kurang dengan sedikitnya pelaku usaha yang ikut berpartisipasi dalam penentuan kebijakan pengelolaan pariwisata.

Mount Rinjani's climbing tourism is one of the types of tourism activities found on Mount Rinjani National Park. The earthquake that occurred in Lombok island in 2018 caused the appearance of several cracks along the trails which could potentially cause landslides, it's causing climbing tourism activity to be closed, before finally reopening with limited access. The closure of trekking access resulted in the loss of earnings of the business community that was dependent on tourism businesses which will have an impact on changes in the income of the business community. Therefore, this study aims to determine the contribution of the tourism sector to the total income, and changes in income of the tourism business community, before and after the Lombok earthquake in 2018, and the perception of the tourism business community towards trekking tourism, consider the dynamics of perception cannot be separated from the dynamics of income. This research was conducted in Senaru Village, Bayan District, North Lombok Regency. The method used in is observation, interviews with the tourism business community, document review, and literature study. Interviews were conducted with 100 respondents selected using the purposive sampling technique based on their business sector. Data analysis using descriptive analysis and it shown of graphs and tables. The results show that before the Lombok earthquake, the tourism sector contributed 97% to the total income of the tourism business community, whereas after the earthquake, the tourism sector contributed 82% to the total income of the tourism business community. The average decline in income of the tourism business community due to the closure of trekking tourism access was 91%, while the average decrease in income of the tourism business community before the earthquake and after the earthquake (after reopening) was 60,8%. The tourism business community has considered the importance of climbing tourism, supporting climbing tourism and the conservation of the area. However, community participation in decision making is still lacking with the small number of business actors participating in determining tourism management policies.

Kata Kunci : Wisata Pendakian Gunung Rinjani, pelaku usaha wisata, kontribusi wisata, perubahan pendapatan, persepsi masyarakat/ Mount Rinjani's climbing tourism, tourism business community, tourism contribution, changing of income, perception of the community

  1. S1-2020-382822-abstract.pdf  
  2. S1-2020-382822-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-382822-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-382822-title.pdf