Laporkan Masalah

Perkembangan Perusahaan Perjalanan Haji De Kongsie Tiga 1922 - 1930an

RIZAL RAHMANTO, Nur Aini Setiawati, Ph.D.

2020 | Skripsi | S1 SEJARAH

De Kongsie Tiga merupakan sebuah perusahaan perjalanan haji yang mengatur pengangkutan serta pelayanan jamaah haji dari Hindia Belanda menuju ke Hijaz. Perusahaan ini merupakan salah satu bisnis terbesar yang berada dalam naungan pemerintah kolonial Hindia Belanda. Perusahaan yang lahir pada akhir abad ke-19 ini dapat terus bertahan meskipun banyak sekali permasalahan yang menimpa dunia perhajian saat itu. Berbagai masalah tersebut antara lain penipuan, penelantaran, pemerasan hingga masalah kesehatan. Terlebih lagi sejak diberlakukannya ordonansi haji 1922. Ketika banyak perusahaan yang harus gulung tikar karena tidak mampu untuk bertahan, maka De Kongsie Tiga dapat terus berlayar bahkan hingga periode 1930an. Oleh karena itu, melalui penelitian ini akan diulas mengenai perkembangan dari De Kongsie Tiga selama periode 1922 � 1930an. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah yang meliputi pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Dalam penelitian ini digunakan dua jenis sumber yakni primer dan sekunder. Sumber primer yang digunakan antara lain dokumen resmi kolonial dan surat kabar sezaman, sedangkan sumber sekunder yang digunakan antara lain artikel, buku, jurnal, dan referensi lain yang mendukung. Dari sumber-sumber tersebut ditemukan sejumlah hasil penelitian antara lain. Pertama, ordonansi haji 1922 berfungsi sebagai sebuah solusi sekaligus kebijakan untuk mengatur perjalanan haji di Hindia Belanda. Kedua, semenjak adanya kebijakan ini De Kongsie Tiga berhasil melakukan sejumlah perubahan dan perkembangan dalam perusahaan baik dalam bidang fasilitas pelayanan hingga manajemen perusahaan. Ketiga, perubahan-perubahan tersebut juga tertuang dalam metode promosi yang digunakan perusahaan untuk menarik calon jamaah.

De Kongsie Tiga is a hajj travel company who organized the transportation and service for the hajj pilgrims from Dutch East Indies to Hejaz. It is one of the biggest companies under the Dutch East Indies colonial government. It established in the late 19th century and managed to survive despite numerous issues on hajj activities at that time. These issues included fraud, abandonment, extortion, and also health issues. Moreover, after the hajj ordinance applied in 1922, these issues were increasing. When other companies went bankrupt because they could not survive, De Kongsie Tiga was able to continue toured the ship, even to the 1930 period. Therefore, this research will discuss the development of De Kongsie Tiga throughout the 1922-1930 periods. The method used in this research is a historical research method, which included topic selection, heuristics, verification, interpretation, and historiography. This research used primary and secondary sources. The primary sources referred to are official colonial documents and contemporary newspapers. Meanwhile, the secondary sources used are articles, books, journals, and other references that are relevant to the research. Several research results found based on those sources. First, the 1922 hajj ordinance served as a solution as well as a policy to organize the hajj activities in the Dutch East Indies. Second, since this policy applied, De Kongsie Tiga managed to perform several changes and development inside the company, both the service facility and the company management. Third, the changes were also part of the promotional method used by the company to attract more hajj pilgrims.

Kata Kunci : Haji, Perusahaan, Ordonansi, dan Metode Promosi

  1. S1-2020-394728-abstract.pdf  
  2. S1-2020-394728-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-394728-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-394728-title.pdf