Laporkan Masalah

Valuasi Ekonomi dan Persepsi Wisatawan Desa Wisata "Blue Lagoon" Widodomartani Sleman

FIKRI NURRACHMAN E, Dr. Rika Harini, S.Si., M.P.

2020 | Skripsi | S1 GEOGRAFI LINGKUNGAN

Kabupaten Sleman memiliki potensi yang besar dalam pengembangan sektor pariwisata melalui keberadaan desa wisata. Desa Wisata Blue Lagoon merupakan salah satu dari desa wisata yang yang besar untuk menjadi desa wisata yang maju jika ditinjau dari aspek attraction, acessibility, amenities, dan ancillary service (4A). Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menghitung valuasi ekonomi, (2) Mengkaji persepsi wisatawan, dan (3) Menghitung nilai warisan terhadap aktivitas wisata yang terdapat di Desa Wisata Blue Lagoon Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode kuantitatif digunakan untuk menghitung nilai ekonomi serta nilai warisan pada kegiatan wisata. Objek penelitian adalah seluruh wisatawan yang berkunjung dan pihak pengelola Desa Wisata Blue Lagoon. Pengambilan sampel yang dilakukan secara accidental sampling dengan tingkat kepercayaan 90%, sehingga didapat 80 sampel. Valuasi ekonomi dilakukan dengan menggunakan travel cost method sedangkan persepsi wisatawan diidentifikasi dengan menggunakan 20 indikator dengan pemberian skor menggunakan skala Likert. Hasil penelitian didapatkan bahwa: (1) Potensi ekonomi Blue Lagoon adalah sebesar Rp. 1.802.827.450, (2) Indeks kumulatif persepsi wisatawan Desa Wisata Blue Lagoon secara kolektif adalah 75% persepsi sedang, 16,25% persepsi rendah dan 8,75% persepsi tinggi. Aspek yang sudah memiliki persepsi yang baik adalah aspek atraksi dan kondisi sedangkan aspek yang masih perlu untuk dievaluasi adalah aspek fasilitas dan jasa pelayanan, dan (3) Nilai warisan Blue Lagoon adalah sebesar Rp. 94.650.758 per hektar per tahun.

Sleman Regency has great potential in the development of the tourism sector through the existence of a tourism village. Blue Lagoon Tourism Village is one of developing village that has potential to become an advanced tourism village when viewed from the aspect of attraction, accessibility, amenities, and ancillary service (4A). Research objective are to (1) Calculate economic valuation, (2) Analyze tourist perceptions, and (3) Calculate bequest value of tourism activities in "Blue Lagoon" Tourism Village. Research was conducted by descriptive method with quantitative approach. Quantitative methods are used to calculate the economic value and bequest value in tourism activities. Research object is all the tourists who visit and the manager of the "Blue Lagoon" Tourism Village. Sampling was done by accidental sampling with a confidence level of 90%, so that 80 samples were obtained. Economic valuation is carried out using travel cost method while the perception of tourists is identified by using 20 indicators by scoring using Likert scale. The results from research showed that: (1) The economic potential of "Blue Lagoon" is Rp. 1.802.827.450, (2) Cumulative index of tourist perception of the "Blue Lagoon" Tourism Village collectively is 75% moderate perception, 16.25% low perception and 8.75% high perception. Aspects that already have a good perception are attractions and conditions while aspects that still need to be evaluated are of facilities and services, and (3) Bequest value of "Blue Lagoon" is Rp. 94,650,758 per hectare per year.

Kata Kunci : valuasi ekonomi,biaya perjalanan,pariwisata,persepsi wisata/economic valuation,travel cost,tourism,tourist perception

  1. S1-2020-393469-abstract.pdf  
  2. S1-2020-393469-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-393469-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-393469-title.pdf