STRUKTUR WACANA DAN TINDAK TUTUR DALAM VIDEO IKLAN MOBIL LISTRIK TOYOTA JEPANG
RIAN ACHMAD WILDAN A, Yayan Suyana, S.S., M.A.
2020 | Skripsi | S1 SASTRA JEPANGPenelitian ini membahas struktur wacana video iklan mobil listrik Toyota Jepang dari segi proposisinya, serta jenis-jenis tindak tutur yang terdapat dalam video melalui kajian pragmatik. Toyota merupakan perusahaan otomotif Jepang yang pertama melakukan produksi dan pemasaran beberapa jenis mobil listrik baik dalam lingkup Jepang maupun internasional. Sehingga Toyota dapat dianggap sebagai representasi dari perusahaan yang memiliki peran penting dalam perkembangan mobil listrik secara umum. Data dalam penelitian ini merupakan video iklan mobil listrik yang diproduksi Toyota Jepang tahun produksi 2011 sampai dengan 2019 yang mengiklankan sisi mobil listrik dalam pengiklanannya. Data diperoleh dari internet, khususnya pada laman Youtube dan laman resmi Toyota Jepang. Data kemudian diseleksi, diklasifikasikan, dan dialihbahasakan. Setelah itu, data dianalisis menggunakan teori struktur wacana iklan yang membagi wacana iklan menjadi tiga bagian, yaitu butir utama, badan iklan, dan penutup, serta teori tindak tutur yang meninjau sebuah tuturan sebagai suatu tindakan, yang terbagi menjadi tindak lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Berdasarkan hasil analisis menggunakan teori struktur wacana iklan, diketahui sebanyak 9 data dari 11 data memiliki struktur wacana iklan lengkap. Penggunaan proposisi bagian butir utama pada 7 data menunjukkan keinginan Toyota Jepang untuk membangkitkan keingintahuan calon konsumen. Pada bagian badan iklan, informasi disampaikan baik secara subjektif, objektif, serta gabungan dari keduanya tanpa ada perbedaan jumlah yang signifikan. Pada bagian penutup, kecenderungan dari penggunaan pendekatan penjualan teknik lunak sejumlah 6 data menunjukkan bahwa Toyota Jepang tidak terlalu ingin menekan calon konsumen untuk melakukan keputusan pembelian secepatnya dan berfokus agar calon konsumen mengingat produk. Selanjutya, hasil analisis berdasarkan teori tindak tutur, baik tindak lokusi, ilokusi, dan perlokusi ditemukan dalam data yang dianalisis. Tindak ilokusi didominasi oleh jenis representatif/asertif pada 10 data yang menyatakan dan mengklaim kelebihan dari produk. Sedangkan berdasarkan penggunaan perlokusi diketahui bahwa Toyota Jepang menginginkan efek berupa calon konsumen merasa tergugah, takjub, dan terkesan akan kelebihan dari produk.
This research discusses the discourse structure of Toyota Japan's electric vehicle advertisement videos in terms of the proposition, as well as the types of speech acts used in Toyota Japan's electric vehicle advertisement videos from a pragmatic point of view. Toyota Japan is Japan's automotive manufacturer that pioneered the manufacture and marketing of some electric vehicle types both in Japan and internationally. Therefore, Toyota can be considered as the representation of the automotive manufacturer that has an important role in the development of electric cars. The data in this research is advertisement videos of electric car manufactured by Toyota Japan in 2011 until 2019 which advertises electric car's points. The data was obtained from the internet especially from the Youtube and Toyota Japan's official channel. The data are then selected, classified, and translated. At the analysis phase, advertising discourse structure theory and speech act theory are used to analyze the data. Advertising discourse structure theory divides advertisement discourse into three parts, which is headline, body, and close. On another side, the speech act theory considers an utterance as an action, consist of locutionary, illocutionary, and perlocutionary. Based on the analysis using advertisement discourse structure theory, it is known that the 9 out of 11 data analyzed have a complete advertising discourse structure. The usage of the proposition of the headline part in 7 data indicates a tendency of Toyota Japan's goal to arouse potential consumer's curiosity. Meanwhile, in the advertisement body part, information is being delivered subjective, objective and the combination of those two. The tendency of marketing approaches used in the advertisement close part shown in 6 data, indicates that Toyota Japan constraints to urge the potential consumer to do a purchase soon, on the other hand focusing on making potential consumers remember the advertised product. Furthermore, based on the analysis using the speech act theory, it is known that as well as locutionary act, illocutionary act, and perlocutionary act are found in the data analyzed. Illocutionary act is dominated by 10 data of representative/assertive form which states and claims the superiority of the advertised electric car product. Lastly, based on perlocutionary act usage, can be concluded that Toyota Japan's intention to make potential consumer be aroused, amazed, and impressed to all the superiorities of electric car manufactured by Toyota Japan.
Kata Kunci : struktur wacana, tindak tutur, iklan, mobil listrik / discourse structure, speech act, advertisement, electric car