ANALISIS TURNAROUND STRATEGY DI PT XYZ Tbk DALAM INDUSTRI TELEVISI BERLANGGANAN DI INDONESIA
FIDELA HASWORINI, Willy Abdillah, Dr.,M.Sc.,
2020 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN (KAMPUS JAKARTA)Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi proses turnaround yang dilakukan oleh perusahaan televisi berlangganan pasca terjadinya penurunan kinerja perusahaan. Sampel penelitian ini adalah PT XYZ. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yang menggunakan kerangka konseptual turnaround strategy yang dikembangkan oleh Hoffman, R.C. (1989) untuk menganalisis kondisi penurunan kinerja perusahaan dan strategi turnaround yang tepat. Model ini bermula pada pengukuran adanya financial distress menggunakan metode pengukuran Multiple Discriminant Analysis (MDA) yang dikembangkan oleh Altman dan Hotchkiss (2006). Kemudian, dilakukan analisis terhadap faktor eksternal dan internal perusahaan untuk mengetahui penyebab penurunan kinerja, ancaman maupun peluang dalam industri televisi berlangganan di Indonesia. Selanjutnya, dilakukan analisis generic turnaround strategy preposition untuk mengidentifikasi tindakan strategis dan operasional yang telah dilakukan untuk mengatasi penurunan kinerja. Penelitian ini mengidentifikasi adanya financial distress PT XYZ disebabkan faktor eksternal, terutama adanya disrupsi teknologi digital dan juga menurunnya perekonomian indonesia yang berdampak pada sentimen negatif nilai rupiah terhadap dollar yang berpengaruh pada beban kontrak konten siaran luar negeri. Dari Tindakan strategis dilakukan dengan melakukan pembayaran utang yang menjadi beban perusahaan serta mengambil peluang monetisasi frekuensi SBand untuk jaringan 5G. Tindakan operasional dilakukan untuk efisiensi biaya melalui perampingan organisasi serta inovasi strategi penjualan yang efektif. Dari tindakan tersebut, perusahaan telah mengalami recovery kinerja yang ditunjukkan dengan adanya kenaikan arus kas sebesar dari sebelumnya pada tahun 2018 sebesar Rp 68,349 miliar meningkat 3,4% menjadi Rp 70,769 miliar serta penurunan jumlah liabilitas perusahaan mengalami penurunan Rp 1.305.544 juta atau sebesar 46%. Namun, tindakan ini belum optimal karena perusahaan karena belum mampu menghasilkan keuntungan ditengah proyeksi penurunan industri televisi berlangganan di Indonesia.
This study aims to identify the turnaround process carried out by pay television companies after a decline in company performance. The sample of this research is PT XYZ. This research is a qualitative descriptive study using a conceptual framework of turnaround strategy developed by Hoffman, R.C. (1989) to analyze the condition of a decline in company performance and an appropriate turnaround strategy. This model starts from measuring financial distress using the Multiple Discriminant Analysis (MDA) measurement method developed by Altman and Hotchkiss (2006). Then an analysis of the company's external and internal factors is carried out to determine the causes of performance decline, threats and opportunities in the pay television industry in Indonesia. Next, a turnover strategy preposition analysis is carried out to identify the strategic and operational actions that have been taken to overcome the decline in performance. This research identified financial distress PT XYZ due to external factors, especially the disruption of digital technology and also the decline in the Indonesian economy which impacted on the negative sentiment of the value of the rupiah against the dollar. The strategic action is carried out by paying down debt at the expense of the company and taking the opportunity to monetize S-Band frequencies for the 5G network. Operational actions are carried out for cost efficiency through streamlining the organization and innovating effective sales strategies. Of such action, the company has experienced recovery performance indicated by the increase of cash flow amounting to from earlier in the year 2018 Rp 68,349 billion increased 3.4% to Rp 70,769 billion as well as the decrease in the company's total liabilities experienced a decrease of Rp 1.305.544 million. However, this action is not optimal because of the company because it has not been able to generate a profit amid the projected decline in industry pay television in Indonesia.
Kata Kunci : Keywords: turnaround strategy, pay tv, value chain analysis, PEST analysis, five forces analysis.