Laporkan Masalah

Pengelolaan Ruang Arsip Inaktif Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta

RESKIE YULI TRINARSI, Arif Rahman Bramantya, S.S., M.A.

2020 | Tugas Akhir | D3 KEARSIPAN

Tugas Akhir ini membahas mengenai pengelolaan ruang arsip inaktif atau records center di Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kajian ini menjadi penting karena records center berperan sebagai tempat untuk mengelola arsip dinamis inaktif yang sering kurang mendapat perhatian. Penulisan tugas ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan ruang simpan arsip yang didasarkan pada standar minimal gedung dan ruang simpan arsip inaktif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka, observasi partisipatif dan wawancara. Studi pustaka digunakan untuk mengumpulkan sumber yang relevan terkait dengan pengelolaan records center. Observasi partisipatif dilakukan dengan ikut berpartisipasi langsung terkait objek yang diteliti. Wawancara dilakukan melalui proses tanyajawab dengan narasumber untuk memperoleh data yang tidak didapatkan dalam kegiatan observasi. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, pengelolaan ruang arsip inaktif atau records center Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta belum sepenuhnya sesuai dengan Keputusan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 03 Tahun 2000 Tentang Standar Minimal Gedung dan Ruang Penyimpanan Arsip Inaktif. Sehingga dalam pengelolaan ruang penyimpanan arsip inaktif di Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta masih mengadapi beberapa kendala seperti ruang penyimpanan yang belum sesuai dengan standar, pengadaan sarana dan prasarana, akses ke records center serta kurangnya pengembangan sumber daya manusia.

This final project discusses the management of inactive records storage space or records center in Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta. This study is important because the records center serves as a place to manage inactive records that often receives less attention. This study aims to find out how to management of inactive storage space according to the minimum standard of building and inactive storage. Data collection methods used are literature study, participant observation and interviews. The literature study is used to collect relevant sources associated with the management of the records center. Participant observations are made by participating directly in the related objects. Interviews are conducted through the question-and-answer processes with interviewees in order to obtain data that is not obtained in an observation activity. Based on analysis, management of inactive records storage space or Records Center Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta has not complied with The Regulation of Head of Arsip Nasional Republik Indonesia about Standard Minimum of Building and Inactive Records Storage Space. So the management of building and inactive storage still requires some the obstacles such as of inactive records storage, the addition of infrastructure, access of the records center and lack the development of human resources.

Kata Kunci : pengelolaan, records center, ruang penyimpanan arsip inaktif

  1. D3-2020-416405-abstract.pdf  
  2. D3-2020-416405-bibliography.pdf  
  3. D3-2020-416405-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2020-416405-title.pdf