INTERAKSI PEMANGKU KEPENTINGAN DALAM PROSES PENGHILIRAN HASIL RISET DAN INOVASI PERGURUAN TINGGI DI INDONESIA
VITRADESIE NOEKENT, Nurul Indarti, Sivilekonom., Cand., Merc., Ph.D.; Sari Sitalaksmi, M.Mgt., Ph.D.; Hargo Utomo, MBA., Ph.D.
2020 | Disertasi | DOKTOR ILMU MANAJEMENPerguruan tinggi sebagai pusat keunggulan ilmu pengetahuan menghadapi tantangan menghasilkan talen dan inovasi yang dapat meningkatkan kesejahteraan sekaligus daya saing. Namun, dinamika interaksi pemangku kepentingan untuk mengatasi tantangan ini belum dipahami secara komprehensif utamanya karena mayoritas studi penghiliran hasil riset dan inovasi perguruan tinggi dilakukan pada konteks negara maju. Untuk itu, disertasi ini bertujuan mengungkap mekanisme interaksi, pemangku kepentingan yang berinteraksi, dan media interaksi dalam proses penghiliran hasil riset dan inovasi perguruan tinggi di Indonesia. Disertasi ini menggunakan teori identifikasi dan prioritisasi pemangku kepentingan dengan pendekatan kualitatif berupa studi kasus tunggal pada tiga perguruan tinggi (i.e. Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, IPB University). Berdasarkan analisis pola, disertasi ini merumuskan enam ragam penghiliran hasil riset dan inovasi perguruan tinggi yang diberi label: produksi pengetahuan, pemberdayaan masyarakat, kolaborasi industri, prakomersialisasi, dampak sosial ekonomi, dan komersialisasi. Pemangku kepentingan definitif yang diidentifikasi adalah akademisi, unit intermediari perguruan tinggi, industri, dan pemerintah. Adapun komplementaritas media interaksi formal-informal menghasilkan pengaruh kumulatif berupa akumulasi pengetahuan dan rasa percaya. Secara umum, penghiliran hasil riset dan inovasi perguruan tinggi di Indonesia merupakan proses dinamis dan nonlinear. Diskusi disertasi perihal keluasan dan kedalaman interaksi waktu, sumberdaya, fleksibilitas, dan komitmen dalam proses penghiliran hasil riset dan inovasi berkontribusi teoritis mengembangkan teori identifikasi dan prioritisasi pemangku kepentingan. Secara praktik, temuan disertasi ini berimplikasi bahwa perguruan tinggi adalah inkubator alami yang menciptakan lingkungan pendukung agar pemangku kepentingan penghiliran hasil riset dapat mengeksploitasi dan mengeksplorasi inisiatif kewirausahaan yang menghasilkan dampak akademik, ekonomi, maupun sosial. Disertasi ini memiliki keterbatasan dalam hal generalisasi temuan penelitian karena studi kasus yang digunakan adalah perguruan tinggi negeri dengan status otonomi akademik dan keuangan. Namun demikian, generalisasi disertasi dapat dilakukan pada kesamaan isu yang dihadapi oleh seluruh perguruan tinggi. Disertasi ini menyarankan bahwa tata kelola perguruan tinggi hendaknya diarahkan pada pemahaman keperilakuan yang menekankan pada perubahan paradigma, penciptaan iklim kolaborasi multidisiplin ilmu, dan kepemimpinan transformasional yang merekognisi aktif konteks sebagai determinan pembentuk perilaku individu.
The major challenge of higher education as a center of excellence is how to bring talent and innovation into impact on society. However, the dynamics of interaction needed to address these challenges are not fully understood since a large body of literature are conducted in developed countries context. To that end, this dissertation aims to reveal the mechanism, the stakeholders, and the media of interaction during the down-streaming process of innovation in Indonesia higher education. Empirical research is based on a single embedded case study analysis of three state universities (i.e. Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, IPB University). A typology which describes six strategies of down-streaming process in higher education is founded, namely knowledge production, industry collaboration, licensization, commercialization. Based on typology, the definitive stakeholders are academics, intermediary units and holding companies owned by universities, communities and industry. The supporting stakeholders are alumni, government, and technology-based startup companies. As for the media used to interact tacit knowledge directly, it is a conference and indirectly through an intermediary unit of higher education. For explicit knowledge, the actors interact using the main media in the form of journals and supporting media in the form of social media. The findings imply that higher education institutions are natural incubators that create a supportive environment so that stakeholders can exploit and explore entrepreneurial initiatives that result in academic, economic and social impacts. The findings are not purposed to be generalized into population. However, the generalization can be done in terms of the similar issues faced by higher education institutions in Indonesia. The generalization of the findings should be done carefully by considering the autonomy status, organizational structure, and the availability of higher education resources. The dissertation contributes to existing research by combining literature streams from the �elds of academic entrepreneurship and theory of stakeholder identification and prioritization. Implications of the �ndings for university management are ultimately discussed along with suggestions for further research.
Kata Kunci : interaksi, penghiliran hasil riset dan inovasi, perguruan tinggi, pemangku kepentingan, media interaksi formal-informal