Hubungan Status Gizi, Status Hidrasi, dan Motivasi Kerja terhadap Produktivitas Kerja Karyawan FK-KMK UGM
I MADE DWI ANGGA A, Yayuk Hartriyanti, S.KM., M.Kes; Perdana Samekto T.S., S.Gz., M.Sc
2020 | Skripsi | S1 GIZI KESEHATANLatar belakang: Pertumbuhan ekonomi yang semakin pesat menuntut organisasi/ tempat kerja memiliki tenaga kerja yang berkualitas serta berdaya saing global. Tempat kerja yang sehat akan meningkatkan produktivitas tenaga kerjanya melalui meningkatkan kesehatan, hal ini akan berkaitan dengan status gizi pada pekerja. Selain itu juga ikut dipengaruhi oleh kondisi fisik tempat kerja seperti suhu yang akan berpengaruh pada keseimbangan cairan karyawan. Faktor non gizi yang ikut mempengaruhi produktivitas adalah motivasi kerja yang berfungsi dalam menggerakkan karyawan guna mencapai tujuan organisasi. Tujuan: Mengetahui hubungan antara status gizi, status hidrasi, dan motivasi kerja dengan produktivitas kerja. Metode penelitian: Merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional yang melibatkan 91 karyawan di KPTU FK-KMK UGM yang diambil dengan teknik total sampling. Pengambilan data motivasi kerja dan produktivitas kerja menggunakan kuesioner. Pengambilan data status gizi dan status hidrasi berdasarkan berdasarkan hasil pengukuran langsung. Hasil penelitian: Sebagian besar subjek memiliki produktivitas kerja yang sedang, status gizi dalam kategori normal, status hidrasi dalam kategori dehidrasi, dan motivasi kerja yang tinggi. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan produktivitas kerja (p=0,595). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status hidrasi dengan produktivitas kerja (p=0,766). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi kerja dengan produktivitas kerja (p=0,490). Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang signifikan antara status gizi, status hidrasi, dan motivasi kerja terhadap produktivitas kerja.
Background: Rapid economic growth requires organizations / workplaces to have a quality employee and global competitiveness. A healthy workplace will increase employee productivity through improving health, this will be related to the nutritional status of employees. In addition, it is also influenced by the physical conditions of the workplace such as temperature which will affect the fluid balance of employees. Non-nutritional factors that also influence productivity are work motivation that functions in moving employees to achieve organizational goals. Objective: To determine the association between nutritional status, hydration status, and work motivation with work productivity of FK-KMK UGM employee. Method: An observational study with a cross sectional design involving 91 employees in the KPTU FK-KMK UGM taken by total sampling technique. Retrieval of work motivation and work productivity data using a questionnaire. Data collection on nutritional status and hydration status is based on the results of direct measurements. Result: Most subjects have moderate work productivity, normal nutritional status, dehydration, and high work motivation. There was no significant association between nutritional status and work productivity (p=0,595). There was no significant association between hydration status and work productivity (p=0,766). There was no significant association between work motivation and work productivity (p=0,490). Conclusion: There is no significant association between nutritional status, hydration status, and work motivation with work productivity of FK-KMK UGM employee.
Kata Kunci : karyawan, produktivitas kerja, status gizi, status hidrasi, motivasi kerja/employee, work productivity, nutritional status, hydration status, work motivation