ANALISIS DAMPAK PERUBAHAN PERCEPATAN SIKLUS PENYELESAIAN TRANSAKSI DARI T+3 MENJADI T+2 TERHADAP LIKUIDITAS PASAR DAN PERPUTARAN DANA DI BURSA EFEK INDONESIA
ADIKHA IKA WIJAYA, I Wayan Nuka Lantara, Msi., PhD
2020 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN (KAMPUS JAKARTA)Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan likuiditas saham dan percepatan perputaran dana antara sebelum dan sesudah penerapan siklus penyelesaian transaksi di Bursa Efek Indonesia menjadi T+2 dalam jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Sampel dalam penelitian ini adalah 45 perusahaan yang masuk ke dalam LQ-45 selama periode 2017 sampai dengan 2019 untuk emiten berkinerja besar, dan 25 perusahaan yang masuk ke dalam indeks Pefindo 25 selama periode 2017 sampai dengan 2019 untuk emiten berkinerja kecil dan menengah. Teknik pemilihan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Pengujian menggunakan software SPSS dengan alat uji Paired Sample T-Test, Wilcoxon Signed Rank Test, Mann-Whitney Test dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan likuiditas saham, percepatan perputaran dana antara sebelum dan sesudah penerapan siklus penyelesaian transaksi di Bursa Efek Indonesia menjadi T+2 dalam jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang serta ditemukan adanya perbedaan hasil atas pengaruh Percepatan Siklus Penyelesaian Transasi T+2, PER dan PBV terhadap likuiditas dan perputaran dana selama jangka pendek, menengah dan jangka panjang terhadap likuiditas dan perputaran dana.
This study aims to compare stock market liquidity and shortened fund turnover before and after the implementation of the transaction settlement cycle T+2 in the short term, medium term and long term in The Indonesia Stock Exchange. The data used in this research is secondary data. The samples in this study were 45 companies in LQ-45 list from 2017 to 2019 with high-performing issuers and 25 companies listed in the Pefindo 25 from 2017 to 2019 for small and medium-performing issuers. The sampling technique used is purposive sampling. SPSS software is used for the testing with Paired Sample T-Test, Wilcoxon Signed Rank Test, Mann-Whitney U-Test and Multiple Linear Regression Analysis as the testing tools. The result showed that there were differences in stock market liquidity, fund turnover before and after the implementation of the settlement cycle T+2 in the short term, medium term and long term in The Indonesia Stock Exchange. It is also found that there are different results as the impact of the Settlement Cycle T+2, PER and PBV on the liquidity and fund turnover over the short, medium and long term.
Kata Kunci : siklus penyelesaian transaksi, saham, T+2