Laporkan Masalah

HIERARKI DENGAN AFEKSI: RELASI ANTARA KIAI DAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN

UMMI NABILA AZARIA, Dr. Wenty Marina Minza, S. Psi, M. A

2020 | Tesis | MAGISTER PSIKOLOGI PROFESI

Penelitian ini bertujuan mengetahui dinamika relasi Kiai dan santri di pondok pesantren. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Lokasi penelitian berada di kawasan pondok pesantren di Yogyakarta. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, casual conversation, wawancara kepada Kiai dan santri serta data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa bentuk relasi antara Kiai dan santri. Relasi Kiai dan santri pada metode pembelajaran bandongan dan sorogan, didasari oleh prinsip dasar ta'dzim (penghormatan), tawadhu' (taat dan patuh), dan pemberian ta'zir (hukuman). Kiai sebagai role model menjadi legitimasi atas prinsip dasar merupakan relasi yang paling dominan yaitu hierarki. Pendekatan emosional Kiai kepada santri merupakan motif dari relasi komunal. Konsep mutual agar saling mendatangkan barokah dan tercapai ta'alluq (hubungan bathinniyah) merupakan bentuk relasi pertukaran market pricing yang mengandung afeksi sebagai bagian dari motif komunal. Interaksi berbagai bentuk relasi ini menghasilkan pandangan hierarki yang positif dan menjadi dasar penerimaan dari relasi hierarki.

This study aims to determine the dynamics of relations between Kiai and his student (santri) in Islamic boarding schools. This study uses a qualitative method with an ethnographic approach. The study was conducted in the Yogyakarta. Data collection methods include observation, casual conversation, interviews with Kiai and santri and secondary data. The results showed that there were several forms of relations. The relation of the Kiai and santri in the bandongan and sorogan learning method is based on the basic principles of ta'dzim (respect), tawadhu' (obedience), and ta'zir (punishment). Kiai as a role model becomes the basis to legitimatize of the basic principle of the most dominant relation. Accompanied by affective approach on the part of the Kiai, a motive of communal relations. The concept of mutuality is serve to bring blessings (barokah) between Kiai and santri, achieve ta'alluq (inner relationship) is a form of market pricing relationship, yet containing communal motives. The interaction between relationship produces a positive view of hierarchical and becomes the basis of acceptance of hierarchical relations.

Kata Kunci : relasi siswa-guru, relasi hierarki, relasi market pricing, motif komunal, pondok pesantren.

  1. S2-2020-418914-abstract.pdf  
  2. S2-2020-418914-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-418914-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-418914-title.pdf