PERGUMULAN IDENTITAS TOKOH DALAM NOVEL CHICAGO KARYA ALAA AL-ASWANY: SEBUAH TINJAUAN POSKOLONIAL
MOHAMMAD IRFAN ANAS, Prof. Dr. Sangidu, M.Hum.
2020 | Tesis | MAGISTER SASTRAINTISARI Novel Chicago ditulis oleh seorang dokter sekaligus novelis Mesir bernama Alaa Al-Aswany. Sebagai seorang yang pernah mengenyam pendidikan di Amerika Serikat, Alaa Al-Aswany begitu lihai menggambarkan kehidupan imigran asal Mesir di Amerika Serikat yang sarat dengan pergumulan identitas. Novel Chicago menceritakan perjalanan hidup tokoh-tokoh di dalamnya yang meningalkan Mesir dan memilih untuk melanjutkan pendidikan ke Amerika Serikat. Setelah menemukan kehidupan baru di Amerika Serikat yang lebih modern, menawarkan kebebasan dan memberikan kesempatan untuk meraih keberhasilan, beberapa tokoh tersebut pada akhirnya memilih untuk menetap dengan mencari segala cara agar bisa mendapatkan kewarganegaraan Amerika Serikat. Dengan pertemuan dua budaya, saratnya dinamika dan pergumulan tokoh-tokoh di dalamnya, novel ini menarik untuk dikaji lebih dalam. Pertemuan antara dua kebudayaan yang berbeda, Mesir dengan budaya Timurnya dan Amerika Serikat dengan budaya Baratnya, telah menuntut tokoh-tokoh tersebut untuk melakukan peniruan-peniruan (mimikri) agar tidak dianggap asing dan tertinggal. Namun, pertemuan dua budaya tersebut juga mengakibatkan adanyagegar budaya (culture shock) yang kemudian menyebabkan tokoh-tokoh tersebut mengalami sikap mendua (ambivalensi). Sehingga dengan demikian penelitian ini memiliki beberapa tujuan, yaitu: 1) untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk mimikri yang dilakukan oleh tokoh-tokoh dalam novel seperti Ro'fat Tsabit, Thoriq Hasib, Syaima Muhammadi, Muhammad Sholah, Naji Abdu Shomad, dan Karam Dus, dan 2) untuk mengungungkap adanya ambivalensi berikut bentuk-bentuknya yang dialami oleh tokoh-tokoh tersebut. Teori yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah teori poskolonial, yakni mengenai mimikri dan ambivalensi yang digagas oleh Homi K. Bhaba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mimikri yang dilakukan oleh tokoh-tokoh tersebut di antaranya adalah: (1) mimikri cara berpikir, (2) mimikri bahasa, dan (3) mimikri gaya hidup. Pertemuan dua budaya tersebut juga mengakibatkan terjadinya gegar budaya (culture shock) yang kemudian menjadikan mereka mengalami sebuah fenomena yang disebut dengan ambivalensi. Ambivalensi yang dialami oleh tokoh-tokoh tersebut secara umum adalah di satu sisi mereka merendahkan negara asal mereka, Mesir, dan mengagungkan Amerika Serikat, namun di lain sisi mereka juga merindukan Mesir dan membenci kehidupan di Amerika Serikat.
ABSTRACT The Chicago novel was written by a doctor and an Egyptian novelist named Alaa Al-Aswany. As a person who had received an education in the United States of America, Alaa Al-Aswany is so adept at describing the life of immigrants from Egypt in the United States of America which is full of identity struggles. The Chicago novel tells the life journey of the figures in it who left Egypt and chose to continue their education to the United States of America. After finding a new life in a more modern United States of America, that offering freedom and providing opportunities for success, some of these figures eventually chose to settle down by looking for all means to gains United States of America citizenship. With the meeting of two different cultures, full of dynamics and struggles of the figures in it, this novel is interesting to study more deeply. The meeting between two different cultures, Egypt with its Eastern culture and the United States of America with its Western culture, has demanded these figures to make imitations (mimicry) so as not to be considered foreign and left behind. However, the meeting of the two different cultures also resulted in a culture shock which then caused the figures to experience ambivalence. Thus, this research has several objectives, namely: 1) to describe the forms of mimicry carried out by figures in novels such as Ro'fat Thabit, Thoriq Hasib, Syaima Muhammadi, Muhammad Sholah, Naji Abdu Shomad, and Karam Dus, and 2) to reveal the existence of ambivalence and the forms experienced by these figures. The theory that will be used in this research is the postcolonial theory, which is about mimicry and ambivalence which was initiated by Homi K. Bhaba. The results showed that the mimicry carried out by these figures included: (1) mimicry of thinking, (2) mimicry of language, and (3) mimicry of lifestyle. The meeting of the two cultures also resulted in a culture shock which then caused them to experience a phenomenon called ambivalence. The ambivalence experienced by these figures in general is that on the one hand they denigrate their home country, Egypt, and glorify the United States, but on the other hand they also miss Egypt and hate life in the United States of America.
Kata Kunci : postcolonial, culture shock, mimicry, ambivalence, western, eastern