Hubungan Antara Nyeri Akut Pascaoperasi dengan Tingkat Kepuasan Pasien di RSUP DR Sardjito
ADHELA NADYA SINTA D, Dr. dr. Djayanti Sari, M.Kes., Sp.An., KAP; dr. Irwan Supriyanto, Ph.D., Sp.KJ; dr. Yunita Widyastuti, M.Kes., Sp.An., KAP., Ph.D.
2020 | Skripsi | S1 KEDOKTERANLatar Belakang : Kepuasan pasien pascaoperasi dapat dipengaruhi oleh faktor yang dapat dimodifikasi maupun tidak dapat dimodifikasi. Salah satu faktor yang dapat dimodifikasi adalah ketidaknyamanan pascabedah yang meliputi kejadian nyeri, mual, dan muntah. Nyeri menjadi indikator yang lebih baik karena mual dan muntah sendiri adalah komplikasi dari nyeri. Belum ada penelitian yang menghubungkan intensitas nyeri akut dengan kepuasan pasien di RSUP Dr. Sardjito. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara nyeri akut pascaoperasi dengan kepuasan pasien pascaoperasi di RSUP Dr Sardjito, Yogyakarta. Metode : Penelitian menggunakan metode desain cross-sectional study. Pasien yang menjadi subjek penelitian adalah pasien pascaoperasi dewasa yang bersedia dan menggunakan general anesthesia atau yang menggunakan sedasi. Pasien pascaoperasi yang kemudian mendapatkan intensive care dengan masih memerlukan sedasi selama atau dalam waktu 24 jam pascaoperasi diekslusi. Variabel yang diperiksa berupa variabel demografi dan klinis pasien. Analisa statistik yang digunakan adalah uji Spearman untuk menguhubungkan nyeri dengan kepuasan dan uji Mann Whitney atau uji Kruskal-Wallis untuk mengetahui pengaruh variabel lain. Uji regresi logistik digunakan untuk mencari variabel independen yang paling bermakna terhadap variabel dependen. Hasil : Jumlah subjek yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebesar 160 orang. Data yang didapatkan berupa variabel demografi seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan pekerjaan. Juga didapatkan data klinis berupa riwayat kecemasan, riwayat operasi, status ASA, jenis operasi, tipe anestesi, jenis analgesik yang digunakan, jenis antiemetik yang digunakan, riwayat mual muntah, durasi operasi, bidang diagnosis, dan riwayat informasi perioperatif. Korelasi menggunakan Spearman's test antara intensitas nyeri akut dengan kepuasan pasien didapatkan p-value 0,003 (p<0,05) dan koefisien korelasi -0,235. Kesimpulan : Penelitian ini membuktikan adanya hubungan yang bermakna antara intensitas nyeri akut dengan tingkat kepuasan pasien. Hubungan memiliki kekuatan rendah dan bersifat negatif.
Background: Postoperative patient satisfaction can be influenced by factors that can be modified or cannot be modified. One modifiable factor is postoperative discomfort which includes pain, nausea, and vomiting. Pain is a better indicator because nausea and vomiting itself are complications of pain. There are no studies linking the intensity of acute pain with patient satisfaction at RSUP Dr. Sardjito yet. Objective: The purpose of this study was to determine the relationship between postoperative acute pain and postoperative patient satisfaction at RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Methods: The study used a cross-sectional study design method. The subjects of the study were adult postoperative patients who were willing and using general anesthesia or who used sedation. Postoperative patients who receive intensive care or still need sedation during or within 24 hours postoperatively were excluded. The variables examined were patient demographic and clinical variables. The statistical analysis used was the Spearman's test to relate pain with satisfaction and the Mann Whitney test or the Kruskal-Wallis test to determine the effect of other variables. Logistic regression is used to find the independent variables that most influence the dependent variable. Result: The number of subjects who met the inclusion and exclusion criteria was 160 people. The data obtained demographic variables such as age, gender, education level, and occupation. Clinical data obtained history of anxiety, history of surgery, ASA status, type of surgery, type of anesthesia, type of analgesic used, type of antiemetic used, history of nausea, vomiting, duration of surgery, field of diagnosis, and a history of perioperative information. Correlation between the intensity of acute pain and patient satisfaction using the Spearman's test result was 0.003 (p <0.05) and the correlation coefficient was -0.235. Conclusion: This study proves that there is a significant relationship between the intensity of acute pain and the level of patient satisfaction. The relationships are negative and have low strength.
Kata Kunci : Nyeri Pascaoperasi, Tingkat Kepuasan Pasien