ANALISIS KELAIKAN FUNGSI JALAN NASIONAL UNTUK MEWUJUDKAN JALAN BERKESELAMATAN (STUDI KASUS RUAS JALAN NASIONAL BAKULAN - KERTEK (023) DI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA)
Muhammad Syahrul Nizam, Prof. Dr. Ir. Agus Taufik Mulyono, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng.
2020 | Skripsi | S1 TEKNIK SIPILJalan di Indonesia wajib memiliki sertifikat kelaikan fungsi sebagai syarat dioperasikan sebagai jalan umum. Hal ini bertujuan untuk memberikan jaminan keselamatan, jaminan keamanan, dan kepastian hukum bagi pengguna dan penyelenggara jalan. Penelitian ini membahas analisis kelaikan fungsi jalan dan analisis hazard pada lokasi rawan kecelakaan (blackspot). Analisis kelaikan fungsi jalan bertujuan untuk menentukan kondisi kelaikan fungsi jalan dan memberikan rekomendasi perbaikan. Analisis lokasi blackspot bertujuan untuk mengetahui hazard yang ada di lokasi blackspot dan merumuskan rekomendasi penanganan dari sudut pandang keselamatan jalan untuk mewujudkan jalan yang berkeselamatan. Penelitian ini mengambil studi kasus di ruas jalan nasional Bakulan � Kertek (023) di Daerah Istimewa Yogyakarta. Ruas jalan tersebut termasuk dalam jaringan jalan kolektor dengan fungsi primer yang menghubungkan Kota Yogyakarta dengan beberapa destinasi wisata di pesisir selatan Kabupaten Bantul. Analisis kelaikan fungsi jalan dilakukan berdasarkan acuan dari Petunjuk Pelaksanaan Kelaikan Fungsi Jalan 2018 yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga. Penilaian kelaikan fungsi jalan dilakukan dengan cara mengukur kondisi eksisting di lapangan serta pemenuhannya terhadap standar teknis sesuai peraturan yang berlaku. Analisis yang dilakukan dibagi menjadi 8 (delapan) bagian, yaitu 7 (tujuh) bagian teknis dan 1 (satu) bagian administrasi. Setelah dilaksanakan analisis kelaikan fungsi jalan, kemudian dilengkapi dengan analisis hazard pada lokasi-lokasi rawan kecelakaan. Analisis hazard dilakukan dengan cara mengidentifikasi kondisi eksisting, potensi hazard dan potensi kejadian kecelakaan, kemudian merumuskan rekomendasi perbaikan. Hasil dari analisis kelaikan fungsi jalan menyatakan bahwa Ruas Bakulan � Kertek (023) mendapat kategori kelaikan LS (laik fungsi dengan syarat). Syarat tersebut berupa rekomendasi yang harus dipenuhi oleh penyelenggara jalan agar ruas jalan tersebur dapat memperoleh kategori LF (laik fungsi). Rekomendasi tersebut meliputi perbaikan teknis, pemeliharaan rutin, serta penambahan komponen-komponen yang diperlukan sesuai persyaratan teknis yang berlaku. Hasil dari analisis blackspot menyatakan terdapat 2 (dua) lokasi blackspot pada ruas jalan ini. Pada lokasi blackspot tersebut, terdapat beberapa hazard yang ditimbulkan oleh geometrik jalan, jarak pandang, dan harmonisasi perlengkapan jalan. Rekomendasi penanganan pada lokasi tersebut berupa perbaikan geometrik, pemenuhan jarak pandang, dan perbaikan/penambahan perlengkapan jalan. Hal tersebut bertujuan untuk mewujudkan jalan yang berkeselamatan.
Roads in Indonesia must have feasibility certificates before being operated for public. It aims to provide safety guarantees, security guarantees, and legal certainty for road users and operators. This study analyze the feasibility of road and hazard at blackspot locations. Road feasibility analysis aims to determine the condition of road feasibility and to make recommendations for improvement. The hazard analysis is to identify the hazards in blackspot locations and to make recommendations for road safety in order to make a safe road. This study take place at Bakulan - Kertek road section (023) in Daerah Istimewa Yogyakarta. This road section classified as primary collector road and serves as the main access to the tourism area. The feasibility analysis of the road is carried out based on Petunjuk Pelaksanaan Kelaikan Fungsi Jalan 2018 by Direktorat Jenderal Bina Marga. Measuring existing conditions as well as compliance with technical standards based on the regulation. The analysis was divided into 8 (eight) sections, consist of 7 (seven) technical section and 1 (one) administrative section. Hazard analysis is performed at blackspot by identifying existing conditions, hazards and potential accidents, and then formulating recommendations. The results of the feasibility analysis indicated that Bakulan-Kertek (023) get the final result LS (feasible with conditions). These condition are recommendation that must be fulfilled by the road operator in order to qualify for the category of LF (feasible). The recommendation including technical improvements, routine maintenance and the addition of the necessary components in accordance with applicable technical requirements. The results of the hazard analysis indicated that there were 2 (two) blackspot locations in this road. There are several hazards due to the geometric condition, visibility and harmonization of road equipment. Recommendations for these locations include geometric improvements, visibility compliance and repair/addition of road equipment.
Kata Kunci : transportasi, jalan, laik fungsi, standar teknis, rekomendasi, hazard, kecelakaan