Laporkan Masalah

JEEP WISATA MERAPI LAVA TOUR SEBAGAI KATALISATOR KEBERDAYAAN MASYARAKAT PASCA BENCANA ERUPSI MERAPI 2010: STUDI KASUS MERAPI LAVA TOUR

IMANSYAH RESTU F, Drs. Soeprapto, S.U.

2020 | Skripsi | S1 SOSIOLOGI

Erupsi Merapi tahun 2010 meninggalkan bekas yang mendalam bagi warga yang menjadi penyintas. Kerugian korban jiwa dan material tidak terhindarkan. Kehilangan tempat tinggal dan lahan pekerjaan menjadi hal yang sangat vital bagi korban erupsi. Keberlangsungan sosial ekonomi masyarakat pasca bencana sering tertinggal dan tidak dapat terpenuhi hanya dari bantuan yang ada. Akan tetapi, bencana erupsi Merapi tidak seterusnya membawa kesengsaraan. Merapi Lava Tour menjadi daya tarik wisata baru dan sebagai batu pijakan kebangkitan masyarakat pasca bencana di Padukuhan Pelemsari dan Pangukrejo. Khususnya dalam atraksi wisata Jeep Merapi Lava Tour yang hingga saat ini masih diminati wisatawan. Penelitian yang dilakukan oleh penulis dilaksanakan di Padukuhan Pelemsari dan Pangukrejo, Kelurahan Umbulharjo, Cangkringan, Sleman. Sasaran penelitian penulis adalah pengelola jeep wisata Merapi Lava Tour yang beroperasi di Pelemsari dan Pangukrejo. Penelitian ini dilakukan untuk mencari tahu bagaimana strategi pengelola jeep Merapi Lava Tour dalam pemberdayaan masyarakat pasca bencana erupsi Merapi 2010. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat kegiatan yang dilakukan oleh pengelola jeep Merapi Lava Tour yang berdampak pada pemberdayaan masyarakat, yaitu: 1) membuka lapangan kerja baru sebagai pengemudi jeep wisata Merapi, 2) memberikan prioritas bagi warga korban bencana dalam perekrutan anggota driver jeep wisata, 3) memberikan pelatihan kebencanaan untuk situasi gawat darurat bencana jika diperlukan. Hal tersebut sesuai dengan prinsip pemberdayaan masyarakat oleh Totok Mardikanto dalam bukunya Pemberdayaan Masyarakat dalam Perspektif Kebijakan Publik (2019).

The Merapi eruption in 2010 left a deep mark on the residents who became survivors. Casualties and material losses are unavoidable. Loss of residence and land for work is very vital for victims of eruption. The socio-economic sustainability of the community after a disaster is often left behind and cannot be fulfilled only from the available assistance. However, the Merapi eruption disaster did not continue to bring misery. Merapi Lava Tour or Merapi Volcano Tour is a new tourist attraction and is considered a stepping stone for the resurrection of people after disasters in Padukuhan Pelemsari and Pangukrejo. Especially in the Jeep Lava Tour tourist attraction which is still popular with tourists. The research conducted by the author was carried out in Padukuhan Pelemsari and Pangukrejo, Umbulharjo Sub-District, Cangkringan, Sleman. The author's research objective is the manager of the Merapi Lava Tour tour jeep operating in Pelemsari and Pangukrejo. This research was conducted to find out how the Merapi Lava Tour jeep management strategy in community empowerment after the Merapi eruption disaster in 2010. This study uses a case study method with a qualitative approach. The results of this study indicate that there are activities undertaken by the Merapi Lava Tour jeep manager that have an impact on community empowerment, namely: 1) opening new jobs as Merapi tour jeep drivers, 2) giving priority to disaster victims in the recruitment of tour jeep driver members, 3) provide disaster training for disaster emergency situations if needed. This is in accordance with the principle of community empowerment by Totok Mardikanto in his book Community Empowerment in Public Policy Perspectives (2019).

Kata Kunci : Jeep Merapi Lava Tour, strategi, pemberdayaan masyarakat pasca bencana

  1. S1-2020-399460-abstract.pdf  
  2. S1-2020-399460-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-399460-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-399460-title.pdf