Laporkan Masalah

Analisis Aktivitas Rantai Nilai Untuk Memperoleh Keunggulan Kompetitif: Kasus Pada Roosman

ANGGER TITOKUSUMA, Ertambang Nahartyo, Dr., M.Sc., CMA., Ak., CA.

2020 | Tesis | Magister Manajemen

Pertumbuhan industri kreatif di Indonesia saat ini mengalami peningkatan. Hal ini terjadi karena adanya potensi sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang sangat besar yang dimiliki Indonesia. Pertumbuhan industri kreatif ini mendorong para pelaku industri untuk bersaing dan memenangkan kompetisi di dalam pasar, tak terkecuali bagi usaha kecil dan menengah (UKM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas rantai nilai Roosman, suatu UKM yang bergerak di bidang industri kerajinan kulit, untuk memperoleh keunggulan kompetitif. Penelitian ini menggunakan analisis kekuatan internal oleh Duncan, Ginter, dan Swayne (1998) dengan dilanjut analisis keunggulan kompetitif berkelanjutan oleh Barney (1995). Penelitian ini bersifat analisis deskriptif kualitatif dengan metode wawancara dan observasi. Sedangkan untuk mendukung analisis, penelitian ini menggunakan metode survei dengan menggunakan kuesioner yang diisi oleh pesaing terdekat Roosman. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil observasi aktivitas rantai nilai di tempat produksi dan dikombinasikan dengan hasil wawancara dengan pemilik Roosman. Selain itu, hasil kuesioner pesaing juga digunakan untuk mendukung analisis yang nantinya akan menjadi kekuatan Roosman dibanding pesaing terdekat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Roosman memiliki keunggulan kompetitif berupa diferensiasi dengan beberapa sumber daya yang menjadi keunggulan kompetitif berkelanjutan. Saran yang dapat diberikan adalah meskipun memiliki keunggulan kompetitif, Roosman masih harus memperbaiki beberapa aktivitas rantai nilainya untuk meningkatkan kinerjanya.

Nowadays, the growth of creative industry in Indonesia has been increasing. This phenomenon happened because Indonesia has a considerable amount of potential natural and human resource to be explored. The growth of creative industry has able to enhance the players in this industry to compete with each other and win the competition. The players include the small and medium enterprise (SME) as well. This study aimed to analyze the value chain activity of Roosman, which is one of SME in leather craft industry, to gain its competitive advantage. To analyze the internal strength of this study, the writer used the theory from Duncan, Ginter, and Swayne (1998). Further, the writer used Barney�s (1995) theory to analyze the sustainable competitive advantage. This study was using descriptive qualitative analysis with interview method and also observation. Whereas to support the analysis, this study used survey method by using questionnaire filled by Roosman�s competitors. The data used in this study is the result of observation regarding Roosman�s value chain which located in its production spot. Besides the observation, the data also contained the interview results with the Roosman�s owner. Moreover, the result of competitors� questionnaire also used in order to support the analysis. The result of this study is, Roosman has a competitive advantage which is a differentiation with several resource. Those resource could be the sustainable competitive advantage. Although Roosman already has competitive advantage, it is better for Roosman to enhance its various value chain in order to increase its performance.

Kata Kunci : Kekuatan internal, Rantai nilai, Keunggulan kompetitif

  1. S2-2020-432581-abstract.pdf  
  2. S2-2020-432581-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-432581-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-432581-title.pdf