Validasi Modul "MISI" untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Komunikasi Kesehatan Reproduksi pada Remaja
MARIA GORETTI K S, Dr. Ira Paramastri, M.Si., Psikolog
2020 | Tesis | MAGISTER PSIKOLOGI PROFESIBanyaknya kasus perilaku seksual berisiko dan dampaknya pada remaja patut menimbulkan perhatian. Kehamilan tidak diinginkan (KTD), perilaku seks pranikah, akses konten seksual yang tidak disaring, serta kekerasan seksual merupakan beberapa contoh di antaranya. Dampak dari hal tersebut bermacam-macam, mulai dari dampak fisik hingga psikologis, seperti: trauma, cemas, depresi, hingga perilaku menyimpang. Kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi dan seksual menjadi salah satu penyebab. Fase remaja merupakan fase yang krusial untuk menuju dewasa. Orang tua diharapkan dapat menjadi figur pendamping utama untuk dapat menyampaikan pendidikan kesehatan reproduksi dan seksual. Meski demikian, orang tua kerap tidak memberikan informasi mengenai hal tersebut. Penyebabnya karena kurangnya pengetahuan, menganggap hal itu tabu, hingga komunikasi yang tidak terbuka dengan anak. Program MISI ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan komunikasi orang tua dalam menyampaikan topik tersebut pada anak mereka yang beranjak remaja, berusia 9 sampai 15 tahun. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode one group pretest-posttest design kepada delapan partisipan. Data hasil variabel pengetahuan dan keterampilan dianalisis menggunakan Wilcoxon Sign-rank Test dan data deskriptif. Hasil pengujian menunjukkan menunjukkan variabel pengetahuan memiliki nilai z = -2,536 sedangkan p-value sebesar 0,011 (p<0,05), sedangkanketerampilan komunikasi memiliki nilai z = -2,541 dan p-value sebesar 0,012 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa modul MISI secara signifikan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan komunikasi orang tua dalam menyampaikan materi kesehatan reproduksi pada anak.
The increasing number of adolescents risk behaviors and its impacts; such as unplanned pregnancy, premarital sex, uncontrolled access to adult media, and sexual abuse; are concerning. Those behaviors and conditions cause physical and psychological effects, for example: trauma, anxiety, depression, and other deviant behaviors. The lack of knowledge on comprehensive sexual education is indicated as one of the primary cause of the phenomenon. Because adolescence is one of the most critical phase in the lifespan, parents are expected to be their primary support system and one of the most important resources to deliver the knowledge. Yet, in fact, there are many parents who dont give their children sexual education. Some of parents lack the knowledge while others feel ashamed and dont communicate openly with their children. The MISI program was designed to improve parental knowledge and communication skills on delivering comprehensive sexual education to their adolescent children (9 until 15 years old). The research methods on this program use the one group pretest posttest design. The participants of this research consist of 8 individuals. The pretest and posttest data has been analyzed using Wilcoxon Sign-rank Test and descriptive data. The result shows that there was significant difference both on knowledge score (with z = -2,536 with p-value = 0,011 (p<0,05)) and communication skills score (z = -2,541 with p-value = 0,012 (p<0,05)). Based on these results, MISI program can improve parental knowledge and communication skills on delivering sexual education to their adolescent children.
Kata Kunci : remaja, orang tua, komunikasi, kesehatan reproduksi