Manajemen Ekowisata di Desa Wisata Kebonagung
DEDE ARDIAN, Dr. Ambar Widaningrum, MA
2020 | Tesis | MAGISTER ILMU ADMINISTRASI PUBLIKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta yang terjadi di desa wisata Keboangung bahwa saat ini desa wisata tersebut sudah kurang dikenal oleh para wisatawan. Hal tersebut berdasarkan dari data kunjungan wisatawan mulai dari tahun 2013 sampai tahun 2018 yang memperlihatkan tidak konsistennya kunjungan wisatawan. Selain itu fakta tersebut didukung oleh hasil penelususan menggunkan mesing pencarian google search untuk menelusuri desa wisata yang populer di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Dari hasil pencarian teratas tidak ditemukannya nama desa wisata Kebonagung. Keadaan yang dialami oleh desa wisata Kebonagung saat ini sanggat bertentangan dengan prestasi yang pernah diraih oleh desa wisata Keboangung sebagai salah satu desa wisata terbaik se-Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, bahkan pernah mendapatkan peringkat 3 dalam lomba desa wisata tingkat nasional pada tahun 2010. Menurunnya jumlah kunjungan wisatawan pada desa wisata Keboangung diduga karena adanya permasalahan manajemen terhadap daya tarik dan produk wisata yang dilakukan oleh pihak pengelola desa wisata sehingga membuat disa wisata Keboangung agung kurang mendapat perhatian dari wisatawan maupun calon wisatawan. Oleh karena itu, penelitian ini adalah untuk menganalisis penyebab menurunnya jumlah kunjungan wisatawan dilihat dari manajemen pihak pengelola desa wisata Kebongaung terhadap daya tarik dan produk wisata. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang digunakan adalah data primer yaitu data yang bersumber dsari informan yang dilakukan wawancara, pengamatan peristiwa atau observasi serta dokumentasi. Selanjutnya data yang digunakan adalah data sekunder yaitu berupa dokumen yang dimiliki oleh pihak pengelola yang berhubungan dengan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi penurunan kunjungan wisatawan pada desa wisata Keboangung dikarenaan pihak pengelola tidak menerapkan fungsi-fungsi manajemen terhadap daya tarik dan produk wisata di desa wisata Kebonagung. Fungsi-fungsi manajemen terhadap daya tarik dan produk wisata tersebut seharusnya digunakan untuk mengembangkan daya tarik dan produk wisata sebagai upaya untuk menarik minat wisatawan maupun calon wisatawan. Tidak terlaksananya fungsi-fungsi manajeme terhadap daya tarik dan produk wisata di desa wisata Kebonagung disebabkan kurangnya sumber daya manusia yang bisa aktif dalam mengelola desa wisata serta sulitnya mencari pengganti untuk mengisi kekosongan pada organisasi. Selain itu, pengelola yang tersisa tidak mampu melaksanakan fungsi-fungsi manajemen sebagaimana seharusnya.
This research is containing the facts that occur in Desa Wisata Kebonagung, which is currently a tourist village that is less well known by tourists. This is based on tourist visit data from 2013 to 2018 which shows the inconsistency of tourist visits. In addition, the facts are supported by using the results of Google search engine to search for popular tourist villages in the Special Province of Yogyakarta. From the top search results, the name of the Desa Wisata Kebonagung was not found. The situation welcomed by the Desa Wisata Kebonagung is currently contradicted by the achievements of Desa Wisata Kebonagung as one of the best tourist villages in the Special Province of Yogyakarta, and was 3rd ranked in the tourism village on 2010. Decreasing number of visitor in Desa Wisata Keboangung is due to the management problem of the attractiveness and tourism products that made by the tourism village manager, it caused Keboangunga tourism dise less attention from tourists or potential visitor. Therefore, this study due to analyze the causes of the decreasing number of visitor from the management of Desa Wisata Kebongaung to the attractiveness and tourism products. Research method used in this study uses qualitative research methods by using case studies. The data used are primary data that is sourced from informants conducted interviews, or observations as well as documentation. The next data used is secondary data, namely documents owned by parties related to this research. The results showed that the factors influencing the visitor decrease to Desa Wisata Keboangung because of the management did not apply management functions to the attractiveness and tourism products in the Kebonagung tourism village. Management functions of attractions and tourism products should be used to develop attractions and tourism products as an effort to attract tourists and potential visitor. The non-implementation of the management functions of attractions and tourism products in Desa Wisata Kebonagung is due to the lack of human resources who can be active in managing the tourism village and the difficulty of replacement finding to fill the void in the organization. In addition, the remaining managers are unable to carry out management functions as they should.
Kata Kunci : Manajemen Ekowisata