Laporkan Masalah

PENGARUH HUBUNGAN PERTUKARAN ATASAN-BAWAHAN TERHADAP PERILAKU KEWARGAAN ORGANISASIONAL DENGAN KOHESIVITAS KELOMPOK SEBAGAI PEMEDIASI STUDI PADA DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN LAUT KEMENTERIAN PERHUBUNGAN

HESTY NOERMALA P, Djamaludin Ancok, Prof., Ph.D.

2020 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN (KAMPUS JAKARTA)

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dimensi hubungan pertukaran atasan- bawahan terhadap perilaku kewargaan organisasional serta menguji dan menganalisis pengaruh dari kohesivitas kelompok sebagai pemediasi pada hubungan pertukaran atasanbawahan dan perilaku kewargaan organisasional. Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah pegawai Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kementerian Perhubungan dengan masa kerja minimal 1 tahun. Pengukuran variabel perilaku kewargaan organisasioanl menggunakan instrumen pengukuran yang dikembangkan Podsakoff et al. (1990), selanjutnya pengukuran variabel hubungan pertukaran atasan-bawahan menggunakan instrument pengukuran yang dikembangkan oleh Dienesch dan Liden (1986), dan variabel kohesivitas kelompok diukur menggunakan instrumen pengukuran The Group Environment Questionaire (GEQ) yang dikembangkan oleh Widmeyer, Brawley dan Carron (1985). Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer yang diperoleh melalui metode survei dengan menyebarkan kuesioner. Survei dilakukan dengan metode sensus dengan dua cara, yaitu dengan kuesioner cetak dan kuesioner online melalui web Google Form yang linknya dikirimkan melalui aplikasi WhatsApp. Penelitian ini menggunakan 134 responden yang merupakan pegawai Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut namun kuesioner yang kembali berjumlah dan dapat digunakan berjumlah 101 buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan pertukaran atasan-bawahan berpengaruh positif terhadap perilaku kewargaan organisasional. Selanjutnya, diperoleh hasil bahwa kohesivitas kelompok memediasi secara parsial hubungan antara hubungan pertukaran atasan-bawahan dan perilaku kewargaan organisasional.

This study aims to examine the effect of the variable leader-member exchange on organizational citizenship behavior and to examine the effect of group cohesiveness as a mediator. The object of this study is the employee of the Directorate of Traffic and Sea Transportation at the Ministry of Transportation with a work period minimum of 1 year. Measurement of organizational citizenship behavior using instruments developed by Podsakoff et al. (1990). Measurement of the leader-member exchange using an instrument developed by Dienesch and Liden (1986). And group cohesiveness is measured using the Group Environment Questionnaire (GEQ) developed by Widmeyer, Brawley and Carron (1985) . The data used in this study are primary data obtained through survey methods by distributing questionnaires. The survey was conducted by the census method through a printed questionnaire and online questionnaire via the Google Form website whose link was sent via the WhatsApp application to the respondent. This study used 134 respondents, but the number of questionnaires returned was 101. The results showed that the leader-member exchange had a significantly positive effect on organizational citizenship behavior. And then, group cohesiveness partially mediates the relationship between leader-member exchange and organizational citizenship behavior.

Kata Kunci : Kata kunci : hubungan pertukaran atasan-bawahan, perilaku kewargaan organisasional, kohesivitas kelompok, variabel pemediasi.

  1. S2-2020-407205-Abstract.pdf  
  2. S2-2020-407205-Bibliography.pdf  
  3. S2-2020-407205-Tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-407205-Title.pdf