Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN STATUS GIZI PADA ANAK USIA LEBIH DARI ENAM BULAN

NISRINA NUR FATIHA, dr. Sumadiono, Sp.A (K) ; dr. Suryono Yudha Patria, Sp.AK., Ph.D

2020 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Latar Belakang: status gizi pada anak akan berperan dalam menentukan kecerdasan dan kesehatan anak tersebut. Salah satu faktor yang mempengaruhi prevalensi status gizi pada anak adalah asupan nutrisi pada 2 tahun pertama kehidupan yang dapat diperoleh salah satunya melalui ASI. ASI merupakan makanan yang ideal bagi anak karena mengandung berbagai zat gizi dan zat kekebalan yang cukup tinggi. Sehingga status pemberian ASI eksklusif menjadi salah satu indikator yang dapat dipakai untuk mengetahui status gizi pada anak. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan status gizi pada anak yang berusia lebih dari enam bulan yang tercatat sebagai anggota posyandu di Puskesmas Wirobrajan, Yogyakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan menggunakan rancangan potong lintang yang dilakukan pada 44 subjek yang merupakan anak berusia lebih dari enam bulan dan tercatat di Puskesmas Wirobrajan. Data yang digunakan dalam penelitian merupakan data sekunder yang berisi data status pemberian ASI, berat badan, serta tinggi badan anak tersebut. Tinggi badan dan berat badan anak kemudian dianalisis untuk menentukan indeks BB/TB dan status gizi masing-masing anak. Hubungan antara status pemberian ASI dan status gizi pada anak tersebut dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Rata-rata umur subjek pada penelitian ini yaitu 28, 57 bulan. Sebanyak 33 anak yang mendapatkan ASI eksklusif, terdapat 31 anak yang mempunyai status gizi baik dan 2 anak yang mempunyai status gizi lebih. Namun, anak yang tidak mendapatkan ASI eksklusif sebanyak 11 orang dengan 1 anak mempunyai status gizi kurang, 8 anak mempunyai status gizi baik, dan 2 anak mempunyai status gizi lebih. Hasil analisis korelasi mengguanakan uji chi-square didapatkan p-value sebesar 0,093 sehingga hasil tidak bermakna secara statistik. Kesimpulan: Penelitian ini tidak dapat membuktikan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pemberian ASI eksklusif dengan status gizi pada anak yang berusia lebih dari enam bulan yang tercatat sebagai anggota posyandu di Puskesmas Wirobrajan, Yogyakarta.

Background: nutritional status in children will play a role in determining the intelligence and health of the child. One of the factors that influence the prevalence of nutritional status in children is the intake of nutrients in the first 2 years of life which can be obtained through breastfeeding. Breast milk is an ideal food for children because it contains a variety of nutrients and immune substances that are quite high. So that the status of exclusive breastfeeding is one of the indicator that can be used to determine the nutritional status of children. Objective: To determine the relationship between exclusive breastfeeding and nutritional status in children older than six months who are registered as posyandu members at the Puskesmas Wirobrajan, Yogyakarta. Method: This study was an observational study using a cross-sectional design conducted on 44 subjects who were children older than six months and were registered at the Puskesmas Wirobrajan. The data used in this study are secondary data that contains the status of breastfeeding, weight, and height of the child. The child's height and weight were then analyzed to determine the BB / TB index and nutritional status of each child. The relationship between breastfeeding status and nutritional status in the children was analyzed using the chi-square test. Results: The average age of subjects in this study was 28, 57 months. As many as 33 children who received exclusive breastfeeding there were 31 children who had good nutritional status and 2 children who had abnormal nutritional status (status gizi lebih). Whereas for 11 children who did not get exclusive breastfeeding, 1 child had poor nutritional status, 8 children had good nutritional status, and 2 children had abnormal nutritional status (status gizi lebih). The results of correlation analysis using the chi-square test obtained a p-value of 0.093 so the results were not statistically significant. Conclusion: This study cannot prove that there is a significant relationship between exclusive breastfeeding and nutritional status in children older than six months who are registered as posyandu members at the Puskesmas Wirobrajan, Yogyakarta.

Kata Kunci : Anak, Status ASI eksklusif, Status Gizi Kurang, Status Gizi Baik, Status Gizi Lebih.

  1. S1-2020-393771-abstract.pdf  
  2. S1-2020-393771-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-393771-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-393771-title.pdf