Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA DERAJAT KEPARAHAN MELASMA DENGAN TINGKAT KECEMASAN DAN DEPRESI DI RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA

VERONICA WULAN W, dr. Kristiana Etnawati, MPH., Sp.KK(K); dr. Irwan Supriyanto, PhD., Sp.KJ

2019 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Latar Belakang: Melasma merupakan salah satu jenis kelainan hiperpigmentasi pada kulit yang bersifat kronis. Melasma berpotensi menimbulkan dampak psikologis bagi penderita. Gangguan psikologis yang paling sering terjadi adalah kecemasan dan depresi. Diperkirakan melasma memiliki korelasi dengan tingkat kecemasan dan depresi. Begitu juga sebaliknya kecemasan dan depresi sebagai faktor risiko dari melasma. Tujuan: Mengetahui hubungan antara derajat keparahan melasma dengan tingkat kecemasan dan depresi di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain penelitian cross-sectional. Penelitian menggunakan data sekunder dari 38 subyek yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Subyek merupakan pasien yang berkunjung di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUP Dr. Sardjito. Instrumen yang digunakan untuk menilai derajat keparahan melasma adalah dengan menggunakan skor mMASI (Modified Melasma Area and Severity Index). Penilaian tingkat kecemasan dan depresi dilakukan dengan menggunakan kuesioner HADS (Hospital Anxiety and Depression Scale). Hasil penelitian dianalisis dengan uji korelasi Pearson. Hasil: Rerata skor mMASI dari subyek adalah 2,51± 2,36 dengan skor terendah 0,6 dan skor tertinggi 12. Rerata skor HADS-A (tingkat kecemasan) yaitu 3,13± 2,91 dan rerata skor HADS-D (tingkat depresi) yaitu 1,34± 1,30. Hasil uji korelasi antara derajat keparahan melasma dengan tingkat kecemasan menunjukkan korelasi negatif lemah (r= -0,376) dan bermakna secara statistik (p = 0,020). Sedangkan korelasi antara derajat keparahan melasma dengan tingkat depresi menunjukkan hasil korelasi negatif lemah (r= -0,234) namun tidak bermakna secara statistik (p = 0,158). Kesimpulan: Terdapat korelasi negatif lemah antara derajat keparahan melasma dengan tingkat kecemasan dan tidak terdapat korelasi signifikan antara derajat keparahan melasma dengan tingkat depresi di Yogyakarta.

Background: Melasma is one of chronic acquired hyperpigmentation disorders of the skin. Melasma has potential to induce physiological impact for the patient. Anxiety and depression are the most frequent physiological disorders in dermatology patients. It is estimated that melasma has correlation with anxiety and depression level and vice versa, anxiety and depression as the risk factor of melasma. Objective: To determine the correlation between the severity of melasma with anxiety and depression level in RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Methods: This study used analytical observational method with cross-sectional design. Secondary data of 38 subjects who had fulfilled the inclusion and exclusion criteria was used in this study. The subjects of this research were patients who visited the Dermatology and Venerology Clinic in RSUP Dr. Sardjito. The instrumental tool that was used to measure the severity of melasma was mMASI score (Modified Melasma Area and Severity Index). Measurement of anxiety and depression used HADS questionnaire (Hospital Anxiety and Depression Scale). HADS-A used for anxiety measurement and HADS-D for depression measurement. The result of this study was analyzed using Pearson correlation test. Results: The average mMASI score of subjects in this study was 2,51± 2,36 with 0,6 as the lowest score and 12 as the highest score. The average score of HADS-A was yaitu 3,13± 2,91 and HADS-D was 1,34 ± 1,30. The correlation test between the severity of melasma and anxiety level showed weak negative correlation (r= -0,376) and statistically significant (p= 0,020), while the correlation test between the severity of melasma and depression showed weak negative correlation (r= -0,234) but not stastitically significant (p= 0,158). Conclusion: There is weak negative correlation between the severity of melasma with anxiety level and there is no significant correlation between the severity of melasma with depression level in Yogyakarta.

Kata Kunci : Melasma, mMASI, HADS, kecemasan, depresi, derajat keparahan.

  1. S1-2019-398013-abstract.pdf  
  2. S1-2019-398013-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-398013-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-398013-title.pdf