Laporkan Masalah

PENGEMBANGAN INFRASTUKTUR TERMINAL PENUMPANG PADA PELABUHAN INTERNASIONAL BANDAR BINTAN TELANI (BBT) DALAM MENDUKUNG PARIWISATA PULAU BINTAN

TRIANI OCTAVIA, Prof. Dr. Ir. Bambang Triatmodjo, DEA; Prof. Ir Sigit Priyanto, M.Sc. Ph.D

2020 | Tesis | Magister Sistem dan Teknik Transportasi

Pelabuhan Bandar Bintan Telani merupakan pelabuhan khusus yang diperuntukan kepada wisatawan yang akan berkunjung ke kawasan Bintan Beach International Resort melalui Singapura. Melihat penngkatan jumlah kunjungan wisatawan yang signifikan beberapa tahun terakhir perlu ditinjau apakah kondisi pelabuhan saat ini masih dapat melayani kebutuhan penumpang dimasa yang akan datang. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan evaluasi kondisi pelabuhan khususnya terminal penumpang saat ini, melakukan evaluasi kinerja operasional pelabuhan dan kualitas pelayanan terminal penumpang serta merumuskan strategi pengembangan pelabuhan. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dilakukan dengan menghitung kebutuhan pelabuhan dengan metode peramalan menggunakan trend line yang disesuaikan dengan standar kebutuhan infrastruktur pelabuhan. Untuk mengukur kinerja pelayanan terminal penumpang berdasarkan persepsi wisatawan sebagai pengguna terminal penumpang, diperoleh melalui hasil kuisioner dengan skala likert dengan metode Importance Permormance analysis (IPA). Hasil dari kajian IPA yang kemudian mendukung analisis selanjutnya yakni metode Strength Weakness Opportunities Threats (SWOT) yang digunakan untuk merumuskan strategi pengembangan, melalui pembobotan pada atribut IFAS dan EFAS. Hasil analisis menunjukan pada tahun 2033 diperlukan kolam pelabuhan seluas 14.281m�² dan penambahan panjang dermaga 45,57m, sementara pada gedung terminal penumpang diperlukan penambahan luasan ruang tunggu sebesar 613m�² dan ruang utilitas 187m�² dan diperlukan penambahan areal parkir sebesar 2.810m�². Pada kinerja operasional pelabuhan nilai BOR pada pelabuhan BBT masih dalam kategori baik, adalah sebesar 24,11% dari syarat UNCTAD pada dermaga 2 tambatan adalah sebesar 50%. Dalam evaluasi kepuasan penumpang terhadap kualitas pelayanan pelabuhan, fokus perbaikan adalah pada kuadran prioritas utama yaitu kondisi fisik fasilitas pelabuhan BBT, kemudian dilakukan perumusan strategi pengembangan dari segi fisik dan manajemen guna menyesuaikan kebutuhan penumpang dan pelabuhan BBT siap menghadapi persaingan bisnis dimasa yang akan datang.

Bandar Bintan Telani Seaport is a special port intended for tourists who visit the Bintan Beach International Resort area through Singapore. Looking at the significant increase in the number of tourist visits in recent years, it is necessary to review whether current port conditions can still serve the needs of passengers in the future. The purpose of this study is to evaluate the condition of the port, especially the current passenger terminal, to evaluate the operational performance of the port and the quality of passenger terminal services and to formulate a port development strategy. This study is quantitative descriptive by calculating the needs of the port with forecasting methods using trend lines adjusted to the standards of port infrastructure requirements. To measure the performance of passenger terminal services based on the perceptions of tourists as users of the passenger terminal, obtained through the results of a questionnaire with a Likert scale with the Importance Performance Analysis (IPA) method. Then the results of IPA will support the subsequent analysis of the Strength Weakness Opportunities Threats (SWOT) method for formulate development strategies, through weighting on IFAS and EFAS attributes. The analysis shows that in 2033 a harbor pool of 14,281m�² is required and an additional pier length of 45.57m, while in the passenger terminal building an additional waiting area of 613m�² and 187m�² of utility space is needed and also need an additional parking area of 2,810m�². In the port operational performance, the BOR value at the BBT port is still in the good category, amounting to 24.11% of the UNCTAD requirements on berth 2 mooring at 50%. In evaluating passenger satisfaction with the quality of port services, focus of improvement is on the first priority quadrant, namely the physical condition of the BBT port facilities, then formulating a development strategy in terms of physical and management to adjust the needs of passengers and the BBT port is ready to face business competition in the future.

Kata Kunci : Tourism Seaport, Regression, Importance Performance Analysis, SWOT

  1. S2-2020-437512-Abstract.pdf  
  2. S2-2020-437512-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-437512-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-437512-title.pdf