HUBUNGAN STATUS GIZI , KEANEKARAGAMAN ASUPAN MAKANAN, DAN KEBIASAAN SARAPAN TERHADAP TINGKAT PRESTASI BELAJAR DI SEKOLAH PADA REMAJA PUTRI DI YOGYAKARTA
FATA ATTAMAMI, Dr.rer.nat.dr. Bernadette Josephine Istiti Kandarina; dr. Hikmawati Nurokhmanti, M.HPE;dr. Lutfan Lazuardi., M.Kes., Ph.D
2019 | Skripsi | S1 KEDOKTERANLatar Belakang : Prevalensi gizi kurang pada remaja putri masih menjadi masalah gizi yang besar di Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya asupan makanan, ketidakberagaman jenis asupan makanan dan kebiasaan sarapan. Dampak secara tidak langsung dari terjadinya gizi kurang dan anemia defisiensi besi pada remaja putri adalah sulitnya berkonsentrasi dalam proses belajar. Tujuan: Mengetahui hubungan status gizi, keanekaragaman asupan makanan, dan kebiasaan sarapan terhadap tingkat prestasi belajar remaja putri di Yogyakarta. Metode : Penelitian ini dilakukan dengan desain potong lintang (cross sectional) di SMP dan SMA Negeri terpilih di Kota Yogyakarta. Sebanyak 173 responden dipilih secara acak dan dilakukan pengumpulan data. Data status gizi didapatkan dengan pengukuran antropometri dan dianalisa dengan menggunakan software WHO Anthro. Data keanekaragaman asupan makan dan kebiasaan sarapan responden didapatkan dengan interview kuisioner, sedangkan data prestasi belajar diperoleh dengan mengambil nilai rata-rata rapor siswa. Data yang telah terkumpul dianalisa dengan menggunakan software statistik dengan uji chi-square pada pvalue <0.05. Hasil : Pada Penelitian ini tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi (p=0,506), keanekaragaman asupan makanan (p=0,587) dan kebiasaan sarapan (p=0,815) dengan tingkat prestasi belajar di sekolah. Kesimpulan : Pada penelitian ini tidak didapatkan hasil yang berhubungan antara riwayat anemia, status gizi, keanekaragaman asupan makanan dan kebiasaan sarapan terhadap prestasi belajar. Responden dengan riwayat anemia, status gizi rendah dan lebih, keanekaragaman asupan makanan rendah dan tinggi, tidak terbiasa sarapan cenderung memiliki prestasi belajar yang kurang baik.
Background : The prevalence of undernutrition among teenage girls is still a problem in Indonesia. One of the reason is low food intake, monotonous diet and habitual breakfast. One of consequences of undernutrition and iron deficiency anemia is the difficulty of concentrating during learning process. Objective : This research was conducted to find out the relationship between nutritional status, diversity food intake and habitual breakfast towards achievement of learning at school among teenage girls in Yogyakarta. Methods : The Research was done using cross sectional in high school in Yogyakarta. As many as 173 respondents were randomly selected for data collection. Data on nutritional status be obtained by the measurement of anthropometry and analyzed using the software WHO Anthro. The diversity of food intake data and habitual breakfast of respondents be obtained with the interview quistionnare, while learning achievement data be obtained by taking the average value of the student's report. Data be analyzed using the statistical software with chi-square test on p-value < 0.05. Results : There was no significant relationship between the nutritional status (p=0,506), diversity of food intake (p=0,587) and habitual breakfast (p=0,815) to learning achievement at school. Conclusions : In this study, there was no significant relationship between the nutritional status, diversity of food intake and habitual breakfast towards the achievement of leaning at school. Respondent with a history of anemia, low and over nutritional status, low and high diversity of food intake, don't accustomed breakfast tend to have poor learning achievements. Keywords : Nutritional status, Teenage Girl, Diversity of food intake, Habitual Breakfast, Learning achievements
Kata Kunci : Status Gizi, Remaja Putri, Keanekaragaman Asupan Makanan, Kebiasaan Sarapan, Prestasi Belajar.