Laporkan Masalah

PENILAIAN RISIKO ERGONOMI PADA UNIT KERJA BINDING PT TARU MARTANI

HASNA ANINTYA I, Dr. Mirwan Ushada, STP., M.App.Life.Sc.; Ir. Suharno, M.Eng., M.Eng.Sc.

2020 | Skripsi | S1 TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

Pekerja merupakan aset bagi perusahaan yang harus dijaga keberadaannya. Berbagai permasalahan terkait ketidaknyamanan pekerja saat melakukan pekerjaannya dapat menimbulkan dampak negatif bagi keselamatan dan kesehatan kerja. Keluhan sakit yang terjadi menunjukkan adanya ketidaksesuaian kerja antara pekerja dengan pekerjaannya. Oleh karena itu, penelitian ini ditujukan untuk mengidentifikasi keluhan pada operator, menilai risiko ergonomi, dan memberikan rekomendasi perbaikan berupa usulan standar kerja ergonomis. Metode penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner dan in-depth interview. Standardized Nordic Quesionnaire (SNQ) digunakan untuk identifikasi keluhan pada seluruh operator proses produksi cerutu. Untuk menilai tingkat risiko ergonomi pada unit kerja binding menggunakan Quick Exposure Checklist dan analisis penerapan prinsip ergonomi menggunakan sepuluh prinsip dasar ergonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluhan sakit pada bagian tubuh yang dialami oleh operator adalah bahu (44,82%), lutut (37,93%), pergelangan kaki/kaki (32,76%), pergelangan tangan/tangan (25,86%), punggung atas (24,14%), pinggul/paha (20,69%), siku (15,52%), leher (15,52%), dan punggung bawah (13,79%). Pada penilaian risiko ergonomi didapatkan level risiko 1 operator unit kerja binding sebesar 41,98% (moderate risk), sedangkan 15 operator memiliki level risiko pada kisaran nilai 50 �¢ï¿½ï¿½ 69 % (high risk) yang dapat diartikan dengan perlunya penelitian lebih lanjut dan dilakukan perubahan dalam waktu dekat. Usulan standar kerja ergonomis dibuat sebagai rekomendasi perbaikan unit kerja binding, sehingga dapat menjadi acuan bagi perusahaan dalam penyelenggaraan sistem manajemen risiko kesehatan dan keselamatan kerja.

Workers are assets for companies whose must be maintained. Various problems related to the inconvenience of workers while doing their work can have a negative impact on occupational safety and health. Complaints of illness that occur indicate a work incompatibility between the worker and his work. Therefore, this study aimed to identify complaints with operators, assess ergonomic risks, and provide recommendations for improvement in the form of proposed ergonomic work standards. The research method was carried out by distributing questionnaires and in-depth interviews. Standardized Nordic Quesionnaire (SNQ) is used to identify complaints for all cigar production process operators. To assess the level of ergonomic risk in the binding workstation using the Quick Exposure Checklist and analysis of the application of the principle of ergonomics using the ten basic principles of ergonomics. The results showed that complaints of pain in the body experienced by the operator are the shoulder (44.82%), knee (37.93%), ankle/foot (32.76%), wrist/hand (25.86%), upper back (24.14%), hips/thighs (20.69%), elbows (15.52%), neck (15.52%), and lower back (13.79%). In the ergonomic risk assessment, the level of risk 1 worker in binding process is obtained at 41.98% (moderate risk), while 15 workers have a risk level in the range of values �¢ï¿½ï¿½�¢ï¿½ï¿½of 50 - 69% (high risk) which can be interpreted by the need for further research and changes in the near future. The proposed ergonomic work standard is made as a recommendation to improve the binding workstation, so that it can become a reference for companies in the implementation of a health and safety risk management system.

Kata Kunci : cerutu, QEC, risiko ergonomi, SNQ, standar kerja

  1. S1-2020-365912-abstract.pdf  
  2. S1-2020-365912-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-365912-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-365912-title.pdf