Laporkan Masalah

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG KEKERASAN SEKSUAL DENGAN SIKAP REMAJA DALAM PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL

LAILY ARTHA PARAMITA, Dr. Wenny Artanty Nisman, S.Kep., Ns., M.Kes

2019 | Tugas Akhir | D4 BIDAN PENDIDIK SV

Menurut Direktur Eksekutif Women Crisis Center 50% remaja mengalami kekerasan seksual dan angka kejadian setiap tahun terus meningkat. Dampak kekerasan seksual yang terjadi pada remaja dapat menimbulkan efek trauma yang mendalam pada korban. Kekerasan seksual yang terjadi tidak terlepas pada minimnya pengetahuan mengenai pendidikan seksual yang berdampak pada posisi korban sebagai pihak yang lemah dan tidak berdaya. Pengetahuan yang memadahi cenderung membentuk sikap positif terhadap seseorang karena dengan mengetahui seseorang dapat mengambil atau menentukan sikap. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pengetahuan kekerasan seksual dengan sikap pencegahan kekerasan seksual pada remaja putri. Metode penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan populasi terjangkau siswa kelas VII-IX SMPN 2 Kalibawang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni - November. Pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah total responden 114. Variabel penelitian ini adalah pengetahuan dan sikap. Alat pengumpulan data yang digunakan berupa kuesioner. Analisis data univariat menggunakan distribusi fresuensi dan presentase masing-masing variabel sedangkan analisis data bivariat menggunakan uji statistik chi-square (x2). Penelitian ini telah disetujui oleh komisi etik dengan nomer KE/FK/1266/EC/2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 50% responden memiliki pengetahuan baik tentang kekerasan seksual. Sebagian besar responden memiliki sikap positif terhadap pencegahan kekerasan seksual. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan kekerasan seksual dengan sikap pencegahan kekerasan seksual. Hasil uji statistik chi-square (x2) menunjukkan p-value= 0,00 < 0,05.

According to the Executive Director of the Women Crisis Center 50% of adolescents experience sexual violence and the incidence continues to increase every year. The impact of sexual violence that occurs in adolescents can have a profound trauma effect on the victim. Sexual violence that occurs can not be separated from the lack of knowledge about sexual education that affects the position of the victim as a weak and helpless party. Appropriate knowledge tends to form a positive attitude towards someone because by knowing someone can take or determine attitude. The purpose of this study was to determine the relationship of knowledge of sexual violence with the attitude of preventing sexual violence in adolescent girls. This research method uses a cross-sectional design with an affordable population of VII-IX grade students of SMPN 2 Kalibawang. The study was conducted in June - November. Sampling uses total sampling with a total number of respondents 114. The variables of this study are knowledge and attitudes. Data collection tools used in the form of questionnaires. Univariate data analysis uses the frequency distribution and percentage of each variable while bivariate data analysis uses the chi-square statistical test (x2). This study was approved by the ethics commission with the number KE / FK / 1266 / EC / 2019. The results showed that more than 50% of respondents had good knowledge about sexual violence. Most respondents have a positive attitude towards preventing sexual violence. There is a significant relationship between the level of knowledge of sexual violence with the attitude of preventing sexual violence. The results of the chi-square statistical test (x2) showed p-value = 0.00 <0.05.

Kata Kunci : Pengetahuan, sikap, pencegahan, kekerasan seksual, Knowledge, attitude, prevention, sexual violence

  1. D4-2019-384732-abstract.pdf  
  2. D4-2019-384732-bibliography.pdf  
  3. D4-2019-384732-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2019-384732-title.pdf