Laporkan Masalah

Hubungan antara Kecemasan dengan Kualitas Tidur pada Remaja di Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Remaja Yogyakarta

ANISA RAHAYU, Dr. Fitri Haryanti, S.Kp., M.Kes. , Sri Hartini, S.Kep., Ns., M.Kes., Ph.D.

2020 | Skripsi | S1 ILMU KEPERAWATAN

Latar Belakang: Kecemasan adalah salah satu masalah kesehatan mental yang dapat menyerang pada tahapan tumbuh kembang. Gangguan kecemasan yang tidak dikendalikan dapat mempengaruhi kualitas tidur pada remaja. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan kecemasan dengan kualitas tidur pada remaja di Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Remaja Yogyakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelatif dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di BPRSR Yogyakarta. Sampel yang digunakan sebesar 40 remaja dengan metode total sampling. Data diukur menggunakan kuesioner Pittsburg Sleep Quality Index (PSQI) dan The Revised Manifest Anxiety Scale (RCMAS). Analisis data penelitian menggunakan uji Spearman rank untuk mengetahui hubungan kecemasan dengan kualitas tidur remaja di BPRSR Yogyakarta. Hasil: Angka prevalensi kecemasan remaja di BPRSR sebesar 40% dan angka prevalensi kualitas tidur yang buruk sebesar 72,5%. Hasil analisis data menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kecemasan dengan kualitas tidur (p=0,116). Hasil analisis faktor luar, ditemukan hubungan antara riwayat sakit dengan kualitas tidur. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kecemasan dengan kualitas tidur pada remaja di BPRSR Yogyakarta.

Background: Anxiety is one of the many mental disorder that could appear at the stage of growth and development. Anxiety disorders that are not controlled may affect sleep quality in adolescents. Objective: To determine the correlation between anxiety and sleep quality in adolescents at Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Remaja Yogyakarta. Methods: This research is a descriptive correlative study with cross sectional design. This research was conducted at BPRSR Yogyakarta. The sample used was 40 adolescents with total sampling method. Data were measured using the Pittsburg Sleep Quality Index (PSQI) and The Revised Manifest Anxiety Scale (RCMAS) questionnaire. Data were analyzed using the Spearman rank test to determine the relationship of anxiety with sleep quality in adolescents at BPRSR Yogyakarta. Result: The prevalence rate of anxiety in adolescents at BPRSR Yogyakarta was 40% and the prevalence rate for poor sleep quality was 72,5%. The results of data analysis showed no significant correlations between anxiety and sleep quality (p = 0,116). The analysis of external factors however, found a correlation between history of illness with sleep quality. Conclusion: No significant correlations was found between anxiety and sleep quality in adolescent at BPRSR Yogyakarta.

Kata Kunci : Kecemasan, kualitas tidur, remaja

  1. S1-2020-365282-abstract.pdf  
  2. S1-2020-365282-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-365282-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-365282-title.pdf