PERBEDAAN pH SALIVA KONSUMSI MINUMAN BERSODA DENGAN GULA DAN TANPA GULA PADA REMAJA (Kajian di GPIB Marga Mulya Yogyakarta)
TIRZA ESTER LONGKUTOY, drg. Ivan Arie Wahyudi, M.Kes., Ph.D : Leny Pratiwi A.S, S.Kp.G.,MDSc
2020 | Skripsi | S1 HIGIENE GIGIMinuman ringan sangat digemari untuk dikonsumsi, dan menjadi tren bagi remaja, salah satu jenis minuman ringan yang beredar dipasaran adalah minuman bersoda dengan gula dan minuman bersoda tanpa gula. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan derajat keasaman saliva konsumsi minuman bersoda dengan gula dan tanpa gula pada remaja. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan desain pretest-posttest. Subjek sebanyak 32 remaja yang terdiri dari 18 laki-laki dan 14 perempuan berusia 10-19 tahun. Pengukuran derajat keasaman saliva awal dan akhir menggunakan pH meter. Subjek penelitian dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok minuman bersoda mengandung gula dan kelompok minuman bersoda tanpa gula. Hasil analisis Mann Whitney menunjukan tidak terdapat perbedaan pH saliva konsumsi minuman bersoda dengan gula dan tanpa gula pada remaja (P>0,05). Kesimpulannya adalah tidak ada perbedaan antara minuman bersoda dengan gula dan tanpa gula terhadap menurunkan pH saliva.
Soft drinks are very popular drink to be consumed, it has become a trend among teenager groups. One of them abundant in the markets sugary and sugar-free soft drinks. This study was aimed to differences salivary pH of consumed carbonated drinks with sugar and sugar-free in the adolescent. This research was a quasi-experimental study with a pre-test and post-test design. As many as 32 teenagers consist of 18 boys and 14 girls between the age of 10-19 years were selected in the research. The measurements of initial and final salivary pH by using the pH meter. These respondents were classified into two groups based on the type of soft drinks, namely sugary soft drinks and sugar-free soft drinks. The Mann Whitney analysis shows no differences salivary pH between those types of carbonated soft drink consumed by the groups of teenagers (P>0,05). In conclusion, no differences between consumed carbonated drinks with sugar and sugar-free to the decrease in salivary pH.
Kata Kunci : Kata Kunci : minuman bersoda mengandung gula, minuman bersoda tanpa gula, derajat keasaman saliva