Laporkan Masalah

Penggunaan Metode Blocplan dan UA-FLP dalam Perancangan Ulang Tata Letak Produksi Pembekuan Cumi-cumi di PT. Karya Mina Putra, Rembang, Jawa Tengah

Novanto Purba Adji Adumtara, Dr. Nurfitri Ekantari, S.Pi., M.P.

2020 | Skripsi | S1 TEKNOLOGI HASIL PERIKANAN

Industri perikanan saling bersaing sehingga menuntut para pengusaha untuk mengoptimalkan kinerja lapangan dan hasil produksinya. Salah satu cara untuk mengoptimalkan kinerja lapangan dan mamaksimalkan hasil produksi adalah dengan melakukan perbaikan tata letak dan aliran bahan. PT Karya Mina Putra merupakan salah satu perusahaan yang terletak di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah yang bergerak pada pembekuan cumi-cumi dan ikan. Permasalahan produksi dan panjang lintasan yang panjang menyebabkan waktu produksi yang tidak efisien dan berdampak pada perusahaan, mengeluarkan ongkos perpindahan bahan yang tinggi. Perancangan ulang tata letak pada banguna produksi perlu dilakukan agar dapat memangkas panjang lintasan produksi. Penelitian ini bertujuan mengetahui layout yang digunakan oleh PT. Karya Mina Putra dan seberapa jauh efisiensi tata letak yang digunakan. Urutan proses produksi pembekuan cumi – cumi dimulai dari bagian penerimaan, sortasi, panning, contact plate freezer, gudang pengemasan dan ice flaker. Perancangan ulang tata letak dilakukan dengan program unequal analysis facility layout problems (UA-FLP) dan Blocplan. Hasil perancangan ulang tata letak UA-FLP memerlukan ongkos perpindahan bahan (OMH) per bulan sebesar Rp. 585.383.321 sedangkan pada layout Blocplan sebesar Rp . 894.345.591. OMH perbulan pada kedua layout lebih rendah dibandingkan layout awal yaitu sebesar Rp 1.131.334.216 dan meningkatkan nilai efisiensi masing-masing sebesar 47,2% dan 19,3%.

The fisheries industries competes towards each others, which demands the management to optimize the production line and its products. One of the methods used to optimize the field performance are the redesign the layout and material flows. PT Karya Mina Putra is a company located in Rembang Regency, Central Java, produces frozen squid and fish. In the existing condition, lengths of track resulted in the inefficient production and affect on material transfer. The redesign on the production layout needs to be done to reduce the length of production line. This study aims to determine the relayout of facilities at PT Karya Mina Putra, and to redesign the layout using unequal analysis facility layout problems (UA-FLP) and Blocplan. The redesign on squid production was focus on several rooms including the row materials receiving room, sorting, panning, packaging, ice flaker and contact plate freezer. The results of the UA-FLP relayouting required the cost of material transfer (OMH) as Rp. 585.383.321 per month, while the Blocplan layout costs Rp. 894.345.591. The cost of material transfer (OMH) for recomended layout plans by UA-FLP and Blocplan were lower compared to the initial layout which is Rp. 1.131.334.216 and improved the efficiency by 47,2% and 19,3% respectively

Kata Kunci : aliran bahan, Blocplan, ongkos perpindahan bahan (OMH), Tata letak, unequal analysis facility layout problems (UA-FLP).

  1. S1-2020-379726-abstract.pdf  
  2. S1-2020-379726-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-379726-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-379726-title.pdf