Pengembangan Kampoeng Cyber Yogyakarta dalam Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Lokal
WULAN RIZKI W, I Made Krisnajaya, S.IP., M.Pol.Admin
2019 | Skripsi | S1 MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIKPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan Pengembangan Kampoeng Cyber Yogyakarta dalam Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Lokal. Pengembangan tersebut dideskripsikan melalui tahapan-tahapan sebagai suatu proses yang dilalui Kampoeng Cyber Yogyakarta sejak dicetuskannya ide pengembangan oleh inisiator hingga dampak yang dirasakan masyarakat Kampoeng Cyber Yogyakarta. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teori yang digunakan adalah teori Difusi dan Adopsi Inovasi oleh Rogers (2003) karena pengembangan Kampoeng Cyber Yogyakarta sejalan dengan proses hadirnya internet sebagai inovasi, penggunaan internet oleh seluruh masyarakat hingga pemanfaatan internet secara produktif oleh masyarakat. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara dan desk study. Wawancara dilakukan pada beberapa informan yaitu pihak internal Kampoeng Cyber Yogyakarta seperti inisiator Kampoeng Cyber Yogyakarta, beberapa masyarakat RT 36 Kampoeng Cyber Yogyakarta, Lurah Patehan dan pihak swasta yaitu Brand and Reputation Management Manager dari Niagahoster. Sedangkan desk study dilakukan dengan menelaah dokumen-dokumen, data statistik serta penelusuran pada website. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan teknik analisis data model Miles dan Huberman. Tahap analisis data tersebut mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Verifikasi data dilakukan dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan Kampoeng Cyber Yogyakarta terdiri dari lima tahapan. Dari Tahap Inisiasi (2008), Tahap Sosialisasi dan Pelatihan (2009), Tahap Penggunaan Internet (2010), Tahap Pemanfaatan Internet Secara Produktif (2012) hingga Tahap Konfirmasi. Pemanfaatan internet secara produktif melalui penjualan produk secara online di Kampoeng Cyber Yogyakarta membawa dampak bagi kemandirian ekonomi masyarakat lokal. Hal ini terbukti dengan menurunnya jumlah KK pemegang KMS (Kartu Menuju Sejahtera) di Kampoeng Cyber Yogyakarta dari tahun ke tahun, terjadinya peningkatan profit penjualan produk, terciptanya bentuk usaha baru, meningkatnya kepercayaan diri masyarakat dalam aktivitas ekonomi dengan memanfaatkan teknologi yang baru dipelajarinya serta munculnya keberanian masyarakat dalam mengambil risiko. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pemanfaatan internet di Kampoeng Cyber Yogyakarta termasuk sensitif gender. Kampoeng Cyber Yogyakarta mendukung wanita seperti ibu rumah tangga untuk dapat bekerja di rumah dengan menjual produk secara online. Hal ini menjadi menarik untuk diteliti lebih lanjut.
The purpose of this research is to describe the Development of Kampoeng Cyber Yogyakarta in Realizing Economic Independence of the Local Communities. The development was described through stages as a process that was passed by Kampoeng Cyber Yogyakarta since the idea of development was initiated by the initiator to the impact felt by the Kampoeng Cyber Yogyakarta community. This type of research is qualitative with a case study approach. This research uses the Diffusion and Innovation Adoption theory by Rogers (2003) as the development of Kampoeng Cyber Yogyakarta is in line with the process of the presence of the internet as an innovation, the use of the internet by the whole community, as well as the productive internet utilization by the community. Data collection was conducted by interviews and desk study. The interviews were conducted with several informants namely the internals of Kampoeng Cyber Yogyakarta, such as the initiator of Kampoeng Cyber Yogyakarta, several people of RT 36, Lurah Patehan and private parties namely Brand and Reputation Management Manager from Niagahoster. Meanwhile, the desk study was done by reviewing documents and web searches. Data analysis was performed descriptively using Miles and Huberman data analysis model. The data analysis includes data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. Data verification was done by source triangulation and technical triangulation. The results showed that the development of Kampoeng Cyber Yogyakarta was consisted of five stages. From the Initiation Stage (2008), the Socialization and Training Stage (2009), the Internet Usage Stage (2010), the Productive Internet Utilization Stage (2012) and finally the Confirmation Stage. The productive use of the internet through selling products via online in Kampoeng Cyber Yogyakarta also has an impact on the economic independence of the local community. This was proven by the decreasing number of KMS (Kartu Menuju Sejahtera) holders from year to year, an increase in product sales profits, the creation of jobs or new business forms, increasing public confidence in economic activities by utilizing new technologies they just learned and the emergence of people's courage in taking risks. The results also showed that the use of the internet in Kampoeng Cyber Yogyakarta was gender sensitive. Kampoeng Cyber Yogyakarta supports women such as housewives to be able to work at home by selling products via online. This becomes interesting to be investigated further.
Kata Kunci : Kampoeng Cyber Yogyakarta, Diffusion, Adoption, Economic Independence of the Local Communities