Laporkan Masalah

Pemberdayaan Perempuan Dalam Pengembangan Pariwisata Kuliner Tradisional ( Studi di Desa Wisata Kampoeng Digital Mbrumbung, Desa Banggi, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang)

ANNISA NURUL AINI, Drs. Andreas Soeroso, M.S.

2019 | Skripsi | S1 SOSIOLOGI

Perkembangan industri parwisata membawa dampak pada seluruh lapisan termasuk peran perempuan. Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang dinilai mudah dimanfaatkan oleh perempuan sehingga kemudian dapat meningkatkan pemberdayaan perempuan. Kabupaten Rembang merupakan salah satu daerah di Jawa Tengah yang memiliki potensi pariwisata yang mengalami berbagai perkembangan. Salah satu destinasi wisata yang menarik di Kabupaten Rembang ialah pariwisata kuliner tradisional di Desa Wisata Kampoeng Digital Mbrumbung. Pengelola dan perempuan saling bersinergi untuk mencapai sebuah visi-misi yang telah direncanakan. Hal tersebut juga didukung oleh kontribusi pemerintah dan pihak terkait. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitiatif deskriptif mendalam. Dalam pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling hal ini penulis menarik beberapa informan yang memiliki wawasan yang mampu menjawab terkait tujuan pembahasan. Penelitian ini berlokasi di Desa Wisata Kampoeng Digital Mbrumbung beralamat di Dusun Randu Gosong, Desa Banggi, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang. Pada analisis data, penulis menggunakan teori Gender sebagai kerangka dalam melihat keterkaitan perempuan mewujudkan pengembangan destinasi wisata. Dalam melihat dinamika perempuan saat melakukan pemberdayaan tersebut akan dipaparkan menggunakan 4 konsep teori Fungsionalisme Strukturalis yaitu Adaptations, Goal Atteintment, Integrations, dan Latency Hasil dari pengamatan dan pencarian informasi di lapangan menunjukan bahwa dinamika perkembangan perempuan terjadi melalui berbagai program yang telah dilakukan pengelola dan individu perempuan sendiri. Sehingga pada akhirnya perempuan menemukan sebuah peningkatan keseimbangan dalam sistem masyarakat. Peningkatan tersebut ditunjukan dengan dinamika yang terlihat sebagai fungsi AGIL dalam Teori Fungsionalisme Struktural, yakni dalam melakukan Adaptasi perempuan menunjukan keterlibatanya berawal dari keikutsertaanya bekerja diluar domestik, sebagai cara Goal Atteinment perempuan bekerjasama meningkatkan pendapatan keluarga dengan bekerja di sektor pariwisata dan memberikan pelayanan terbaik kepada pengunjung. Perempuan melakukan Integrasi dengan mengelola peraturan-pertauran yang ada untuk menghindari konflik dan meningkatkan eksistensi kuliner tradisional. Latency memelihara hubungan diskusi antar individu, pengelola dan dinas terkait.

The growth of tourism industry has impacted all of the sectors including women as role. Tourism industry is one of the sector that can be used to support women is empowerment. Rembang is one of the regions located in Central Java which have growing tourism potential. One of the interesting destinations in Rembang is traditional culinary tourism located in Desa Wisata Kampoeng Digital Mbrumbung. The manager and women are working together to achieve the vision and mission that has been planned likewise with the government that also contributing. This research uses a deep descriptive-qualitative method. In choosing the informants, the researcher uses a purposive sampling method. Thus, the researcher chose the informants who able to answer the discussion purpose. This research was conducted in Desa Wisata Kampoeng Digital Mbrumbung addressed at Dusun Randu Gosong, Desa Banggi, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang. The analysis of data uses Gender theory as the frame thinking to see the linkage of women in actualizing the development of tourism destination. The discussion will be explained using four theories of Structuralism-Functionalism that are consist of Adaptions, Goal Attainments, Integrations, and Latency. The observation result and information search in the field show that the dynamics of women is development occur through various programs that have been made by the manager and the women is individual themselves. Thus, in the end women find an increased balance within the community system. The increase is shown through the dynamics seen as AGIL is (Adaptations, Goal Attaintments, Integrations, and Latency) function in the theory of Structuralism-Functionalism, women practice Adaptations when they started to involve in the non-domestic jobs sector, they practice Goal Attainments when they collaborating to improve the families a economy through working in tourism sector and improving the existence of traditional food. Moreover, women do Integrations with managing the existed rules to avoid conflicts and strengthen their position in family. For Latency, women maintain good communications between individuals, managers and related agencies.

Kata Kunci : Kesetaraan Gender, Pemberdayaan Perempuan, Perempuan, Dinamika, Pariwisata, Pariwisata Kuliner

  1. S1-2019-394660-abstract.pdf  
  2. S1-2019-394660-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-394660-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-394660-title.pdf