Laporkan Masalah

PEMBERITAAN GEMPA LOMBOK DI MEDIA LIPUTAN6.COM: ANALISIS WACANA KRITIS

FATIHATUS SYAHIDA, Dr. B. R. Suryo Baskoro, M. S.

2020 | Tesis | MAGISTER LINGUISTIK

Liputan6.com merupakan salah satu media yang merupakan situs terbesar ke-6 di Indonesia. Dalam penghitungan yang dihimpun Alexa, Liputan6.com termasuk ke dalam situs yang banyak diakses oleh masyarakat Indonesia. Dengan begitu, media ini memiliki kekuatan untuk memengaruhi pembacanya. Salah satu berita yang dimuat dalam Liputan6.com berkaitan dengan pemberitaan gempa Lombok yang mulai terjadi pada 29 Juli 2018. Pemahaman masyarakat mengenai peristiwa gempa Lombok dan penanganannya ini dapat dipengaruhi oleh bagaimana wacana yang dikonstruksi oleh media. Berkaitan dengan hal tersebut, fokus penelitian ini adalah menganalisis pemberitaan gempa Lombok di media Liputan6.com berdasarkan prinsip-prinsip Analisis Wacana Kritis (AWK) Fairclough. AWK Fairclough meliputi tiga kerangka kerja, yaitu analisis tekstual, analisis praktik diskursif, dan analisis praktik sosiokultural. Penelitian ini juga mengadopsi Linguistik Sistemik Fungsional (LSF) Halliday untuk memperdalam analisis unsur-unsur linguistik yang membangun wacana dan pandangan van Leeuwen untuk melihat representasi yang ingin ditampilkan media. Data penelitian ini diambil dari 11 teks mengenai gempa Lombok yang diberitakan oleh Liputan6.com pada Agustus-September 2018. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa melalui pilihan tekstualnya, tampak bahwa media Liputan6.com menggambarkan pihak pemberi bantuan dengan citra positif. Media Liputan6.com cenderung lebih mengutamakan pemberitaannya pada pemberian bantuan oleh pemerintah dan pihak pemberi bantuan lainnya. Media Liputan6.com memberikan penekanan pada penggambaran aktor sosial utama melalui aktivitas-aktivitasnya dalam memberikan bantuan dan besarnya bantuan-bantuan yang diberikannya untuk korban gempa Lombok. Melalui pemilihan sumber peristiwa komunikatif yang dirujuk, tampak bahwa media Liputan6.com memberikan banyak ruang kepada pihak pemberi bantuan untuk menampilkan pendapatnya. Sementara itu, korban gempa Lombok lebih sedikit disebutkan dalam pemberitaan. Bahkan, korban gempa Lombok justru direpresentasikan dengan citra yang negatif melalui pilihan tekstual dan sumber peristiwa komunikatif yang dirujuk oleh media.

Liputan6.com is the sixth best site of media in Indonesia. According to the Alexa calculation, Liputan6.com is included to the site that is mostly accessed by Indonesian people. So, it has a power to influence its readers. Among news published in Liputan6.com are related to Lombok earthquake which happened on July, 29th 2018. People knowledge about Lombok earthquake and its problem could be influenced by how the text is constructed by the media. Related to that issue, the focus of this research is on analyzing the news about earthquake in Lombok by Liputan6.com. based on the principles of Critical Discourse Analysis (CDA) model by Fairclough. Fairclough CDA consist of three frameworks, textual, discursive practice, and sociocultural practice analysis. This research also adopts Systemic Fungsional Linguistic by Halliday to deepen the linguistics elements that build the text and Van Leeuwen view to see the representative that the media wants to show. The data in this research are taken from 11 texts related to the news of earthquake in Lombok by Liputan6.com from August to September 2018. The results of this research show that through its textual choices, the media seems to see the donators with a positive image. Liputan6.com tends to feature the news on helps given by the main social actors, that are the governments and other parties that give donations. Liputan6.com emphasizes in showing the social actors through their activities in giving helps and the amount of donations they give to the victims of Lombok earthquake. Through choosing the referred communicative events sources, it seems that Liputan6.com gives many spaces to the parties that give many helps to present their opinions. Meanwhile. The victims of earthquake are less mentioned in the news. Even, the victims of earthquake are precisely represented with negative image seen from the textual diction and event sources referred by the media.

Kata Kunci : pemberitaan gempa Lombok, analisis wacana kritis, Fairclough

  1. S2-2020-419249-abstract.pdf  
  2. S2-2020-419249-bibliography.pdf.pdf  
  3. S2-2020-419249-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-419249-title.pdf.pdf