Laporkan Masalah

EVALUASI DAN PERANCANGAN ULANG FASILITAS DAN KAPASITAS TEMPAT HENTI BUS (BUS STOPS) TERMINAL TIRTONADI SURAKARTA

AGRI SATRIO ADI NUGROHO, Prof. Ir. Siti Malkhamah, M.Sc., Ph.D.

2019 | Skripsi | S1 TEKNIK SIPIL

Prioritas infrastruktur yang dibangun di Indonesia dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) Tahun 2015-2019 salah satu diantaranya adalah 1000 km jalan tol baru. Hingga Tahun 2018 jalan tol Trans Jawa yang sudah beroperasi mencapai 616 km. Dengan meningkatnya prasarana transportasi darat berupa jalan raya ini diharapkan penggunaan moda transportasi massal berbasis jalan raya bertambah. Oleh karena itu, perlu ditingkatkan simpul atau prasarana transportasi, salah satunya adalah Terminal Bus Tirtonadi di Kota Surakarta. Penelitian ini mengevaluasi fasilitas dan kapasitas tempat henti (bus stops) yang ada di terminal. Evaluasi fasilitas dilakukan dengan mengidentifikasi di lapangan dan membandingkan kesesuaian fasilitas yang ada dengan Peraturan Menteri Perhubungan No. 40 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Penyelenggaraan Terminal Penumpang Angkutan Jalan. Evaluasi dan perencanaan ulang kapasitas dilakukan dengan mengidentifikasi jumlah tempat henti, mensurvey kedatangan bus dan menganalisis menggunakan Transit Capacity and Quality of Service Manual. Hasil penelitian ini menunjukkan jumlah fasilitas yang sesuai dengan peraturan, yaitu 26 fasilitas yang tersedia, 9 fasilitas yang tidak tersedia, dan 6 fasilitas yang tersedia namun tidak lengkap. Jumlah tempat henti di Terminal Tirtonadi yang dianalisis sebanyak 7 tempat henti bus dari dua jalur pemberangkatan dengan total kapasitas 51,011 bus/jam dan tidak mampu menampung jumlah keberangkatan tertinggi yaitu 55,875 bus/jam. Kapasitas setelah direncanakan ulang adalah 66,525 bus/jam dan dapat menampung jumlah keberangkatan tertinggi.

The priority of infrastructure built in Indonesia in the 2015-2019 Medium-Term Development Plan (RPJMN) of which is 1000 km of new toll roads. Until 2018, the Trans Java toll road that has been operating reaches 616 km. With the increase in land transportation infrastructure in the form of highways, it is expected that the use of mass-based transit modes will increase. Therefore, need to be improved node or transportation infrastructure, one of them is Tirtonadi Bus Terminal in Surakarta. This study evaluates the facilities and capacity of bus stops at the terminals. Facility evaluation is carried out by identifying in the field and comparing the suitability of existing facilities with the Minister of Transportation Regulation No. 40 of 2015 about Service Standards for Implementing Road Passenger Terminal. While the capacity re-evaluation and planning are done by identifying the number of stops, surveying bus arrivals and analyzing using the Transit Capacity and Quality of Service Manual. The results of this study indicate the number of facilities that comply with regulations, namely 26 facilities available, 9 facilities not available, and 6 facilities available but not complete. The number of stops in the Tirtonadi Terminal analyzed as many as 7 bus stops from two departure lanes with a total capacity of 51,011 buses / hours and unable to accommodate the highest number of departures at 55,875 buses / hour. Capacity after re-planning is 66,525 buses / hour and can accommodate the highest number of departures.

Kata Kunci : kapasitas, tempat henti, fasilitas, terminal

  1. S1-2019-385296-abstract.pdf  
  2. S1-2019-385296-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-385296-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-385296-title.pdf