Laporkan Masalah

PENAKSIRAN NILAI EKONOMI EKOWISATA SUNGAI MUDAL DI KABUPATEN KULON PROGO DENGAN METODE BIAYA PERJALANAN

DZIHNI NADHIFA, Agus Affianto, S.Hut, M.Si

2019 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Ekowisata Sungai Mudal merupakan objek wisata yang beroperasi sejak 2015 dan telah membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar melalui keterlibatan langsung dalam ketenagakerjaan, membuka usaha, serta menjual produk lokal di lokasi objek wisata. Jumlah pengunjung yang mengalami peningkatan setiap tahunnya dapat menjadi ancaman bagi sumber daya alam di dalamnya. Wisata merupakan kegiatan ekonomi yang kompleks meliputi perjalanan, penginapan, rekreasi, dan jasa. Kepuasan yang diterima dan dirasakan oleh pengunjung dapat berbeda-beda menurut kesediaan pengunjung untuk membayar dalam melakukan perjalanan wisata, dalam hal ini biaya perjalanan berlaku sebagai proksi. Penelitian yang dilakukan bermaksud untuk menaksir nilai ekonomi objek wisata alam Ekowisata Sungai Mudal menggunakan Metode Biaya Perjalanan dengan pendekatan model situs tunggal (single-site) dan berdasarkan zona asal wisatawan. Pengambilan data dilakukan di lapangan dengan menyebar kuesioner sebagai alat bantu survei yang mencakup karakteristik, perilaku serta motivasi pengunjung dengan ketetapan sampel dari jumlah kunjungan tahun sebelumnya. Nilai ekonomi ditaksir dengan menghitung area pada kurva permintaan dan surplus konsumen menggunakan konsep Trapezoid. Penelitian ini sekaligus dapat mengetahui perkiraan pendapatan yang dihitung berdasarkan perkiraan jumlah kunjungan pada setiap kenaikan harga tiket masuk. Nilai ekonomi total Ekowisata Sungai Mudal ditaksir sebesar Rp18.589.048.448,24 per tahun dengan surplus konsumen sebesar Rp18.578.737.376,57. Estimasi perkiraan pendapatan (expected revenue) pada harga tiket yang sama yakni Rp6.000,00 mencapai Rp562.492.641,24 dengan jumlah kunjungan meningkat hingga 93.749 wisatawan dari 66.430 wisatawan (2018) dan masih dapat ditingkatkan hingga harga tiket masuk sebesar Rp246.000,00 mencapai perkiraan pendapatan maksimal hingga Rp7.628.906.230,57, atau 1914,02% lebih besar dibanding pendapatan aktual saat ini dengan jumlah pengunjung sebesar 31.012 dalam jumlah pengunjung yang lebih sedikit namun dapat mengumpulkan pendapatan yang tinggi.

Ekowisata Sungai Mudal has been operating since 2015 and helping to rise the welfare of the surrounding community through direct involvement in employment, starting businesses, and selling local products. The number of visitors increases every year at once can be a threat to the natural resources in it. Tourism is a complex economic activity that includes travel, lodging, shopping, recreation, and services. The satisfaction felt by visitors can vary according to the visitor willingness to pay while doing the trip. Hence, the travel cost functions as proxy. This study intended to estimate the economic value of Ekowisata Sungai Mudal that could be obtained using Travel Cost Method (TCM), carried out according to a single-site model, based on zonal approach. Data were collected directly by distributing questionnaires as a survey aid that includes characteristics, behavior and motivation of visitors by determining the sample based on the number of the previous year visits. Estimation of economic value was obtained by looking at the consumer surplus area on the demand curve and calculated using the Trapezoid concept. This study can also estimate the expected revenue that could be obtained by calculating the estimated visit population at each ticket price increase. Total economic value of Ekowisata Sungai Mudal was estimated at Rp18.589.048.448,24 per year along with the consumer surplus was estimated at Rp18.578.737.376,57. The estimation to found the expected revenue at the same the same actual ticket price Rp6.000,00 reached approximately Rp562.492.641,24 with a number of visits doubled up to 93.749 tourists from 66.430 tourists (2018) and can still be increased until the entrance ticket price reached Rp246,000.00, receive maximum expected revenue up to Rp7.628.906.230,57, or 1914,02% greater than current actual income with visits up to 31.012 in smaller number but can still gain high revenue.

Kata Kunci : Nilai ekonomi, ekowisata, metode biaya perjalanan, expected revenue; Economic valuation, ecotourism, travel cost, expected revenue

  1. S1-2019-382852-Abstract.pdf  
  2. S1-2019-382852-Bibliography.pdf  
  3. S1-2019-382852-Tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-382852-Title.pdf