Kontestasi dan Dekonstruksi: Identitas Gender dalam Isu Gun Culture di Amerika Serikat
TUNGGUL WICAKSONO, Dr. Dafri Agussalim, M.A.
2019 | Tesis | MAGISTER ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALPenelitian ini mengkaji perkembangan budaya senjata api Amerika Serikat sebagai isu yang kontroversial dan mengundang perdebatan. Di satu sisi, para pendukung pembatasan senjata api menuding secara langsung bahwa hak kepemilikan senjata api di Amerika Serikat bertanggung jawab terhadap tingginya tingkat kekerasan sipil. Sedangkan di sisi lain, banyak pula yang berpendapat bahwa budaya senjata api Amerika Serikat merupakan perwujudan dari hak Konstitusional untuk memiliki senjata api, nilai-nilai bangsa, dan bagian yang tidak bisa dilepaskan dari identitas individu. Meskipun arti dari budaya itu sendiri sukar untuk dipahami, konsep tersebut senantiasa bertahan. Lebih dari itu, penelitian-penelitian sebelumnya menunjukkan betapa budaya senjata api lekat dengan suatu karakter yang ditentukan berdasarkan gender. Menurut tinjauan historis, penelitian-penelitian mengenai budaya senjata api lebih banyak fokus terhadap laki-laki dan domain maskulinitas. Namun demikian, penulis percaya paradigma tersebut telah menemukan titik balik ketika advokasi terhadap senjata api semakin condong ke pemikiran bahwa perempuan sebaiknya memiliki, mempelajari, dan menggunakan senjata api, seiring dengan eksklusi aktivitas perempuan dalam arena yang didominasi oleh laki-laki, yang mungkin dilihat sebagai upaya mendobrak norma gender. Untuk melihat budaya senjata api melalui lensa gender, penting untuk mengkonseptualisasikan dan mendefinisikan ulang gender sebagai konstruksi sosial. Cara tersebut membantu untuk menganalisis dalam keadaan seperti apa identitas-identitas gender yang termanifestasikan dalam dimensi situasional, institusional, dan sosial di Amerika Serikat. Penelitian ini mengonfirmasi menyusutnya kesenjangan gender dalam kepemilikan senjata api yang selama ini dipahami berada dalam domain maskulinitas. Kelompok-kelompok pembela hak kepemilikan senjata api mendulang sukses besar dalam mempengaruhi perilaku perempuan untuk menjadi pro terhadap senjata api. Temuan dalam penelitian ini juga menyiratkan bahwa daya tarik dekonstruksi gender dalam kepemilikan senjata api bagi perempuan berkaitan dengan kebutuhan mereka untuk melindungi diri dan melestarikan budaya bangsa.
This research examines the development of America's gun culture as a controversial and contentious issue. Proponents of more gun control straightforwardly indicting gun ownership for America's high rate of civil violence. On the other side, many argue that America's gun culture has become a part of Constitutional rights to bear arms, national values, and comprised of attached personal identity. Although the meaning of culture itself remains elusive, this concept will never be vanquished. Furthermore, recent studies demonstrate more fully how American gun culture is associated with a particular character defined by gender. Historically, much of the research on gun culture has primarily focused on males and masculine terrain. Nevertheless, the research on gun culture had reached a turning point when gun advocates are leaning towards the idea of women carrying, learning about, and using guns, parallel to women's exclusion in male-dominated activities arenas, which may be seen as challenging the gender norm. In order to examine gun culture through a gender lens, we need to conceptualize and redefine gender as a social construction, and by doing so, we can analyze how gender identities are embedded at the situational, institutional, and social dimensions in America. This study confirms the shrinking gender gap in gun ownership, which has been linked with a masculine terrain. Gun rights groups have had significant success in persuading women to become pro-gun in attitudes or behaviours. These findings also suggest that part of the appeal of gender deconstruction through women's gun ownership is related to the need for self-protection and preserving the nation's culture.
Kata Kunci : Gun culture, deconstruction, gender, identity.