IMPLEMENTATION FIDELITY OF TUBERCULOSIS PREVENTIVE THERAPY FOR UNDER FIVE CHILDREN EXPOSED TO SPUTUM SMEAR POSITIVE PULMONARY TUBERCULOSIS IN KASKI DISTRICT, NEPAL
Ashmita Ghimire , Prof.dr.Adi Utarini MPH,MSc, PhD; dr. Yodi Mahendradhata, MSc.,PhD
2019 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKATBackground: In line with WHO recommendation, Nepal has started implementing Tuberculosis preventing therapy (TBPT). However, enrolment of children in preventive therapy is sub optimal. So this study measured implementation fidelity of programs in terms adherence and moderating factors influencing the implementation of TBPT program from parents/caretakers and providers perspective in Kaski district, Nepal, using implementation fidelity framework by carroll et. al. Method: We used a mixed-method explanatory sequential design study. Quantitative data was collected by retrospective review of secondary from April 2018 to May 2019 and established the level of adherence. Qualitative study was conducted to explore the moderators from both providers and parents/caretakers side. We undertook sixteen in-depth interviews with care givers and a focus group discussion which were analyzed thematically. Results: The majority of the components of the TBPT program were found to be implemented with moderate level of fidelity. The proportion of under five years children initiate and complete full course of TBPT was 72.5% and 75.86% respectively. The proportion of index cases traced for household contact, timely contact tracing and timely initiation of therapy were 54.19%, 82.73% and 86.20% . The major moderating factors identified in implementation of TBPT from providers side were unregulated contact tracing, sub optimal service delivery, partnership and ownership, poor recording /reporting, knowledge and training, unstable financing and resource available. Likewise, poor dissemination of information, awareness, access, supports and drug characteristics were potential moderators identified from parents/ caretakers side. Conclusion: TBPT program is being moderately implemented in Kaski districts. Addressing the key challenges identified; inconsistent contact tracing, sub optimal service delivery, partnership/ownership, unstable financing and knowledge of health worker results in more identification of children eligible for TBPT.
Latar belakang: Sejalan dengan rekomendasi WHO, Nepal telah mulai menerapkan terapi pencegahan Tuberkulosis (TBPT). Namun, keikutsertaan anak-anak dalam terapi pencegahan masih kurang optimal. Oleh karena itu, penelitian ini mengukur fidelity implementasi dalam hal kepatuhan dan faktor moderasi yang mempengaruhi pelaksanaan program TBPT dari perspektif orang tua / pengasuh dan penyedia layanan di distrik Kaski, Nepal, menggunakan framework implementation fidelity oleh Carroll et. Al. Metode: Penelitian ini menggunakan metode mixed-method explanatory sequential. Data kuantitatif dikumpulkan dengan tinjauan data retrospektif sekunder dari April 2018 hingga Mei 2019 dan menetapkan tingkat kepatuhan. Studi kualitatif dilakukan untuk mengeksplorasi moderator dari sisi penyedia layanan dan orang tua / pengasuh. Kami melakukan enam belas wawancara mendalam dengan kelompok perawatan dan diskusi kelompok fokus yang dianalisis secara tematis. Hasil: Mayoritas komponen program TBPT ditemukan diimplementasikan dengan tingkat kesetiaan sedang. Proporsi balita yang memulai dan menyelesaikan program TBPT secara penuh adalah masing-masing 72,5% dan 75,86%. Proporsi kasus indeks yang dilacak untuk kontak rumah tangga, pelacakan kontak tepat waktu dan inisiasi terapi tepat waktu adalah 54,19%, 82,73% dan 86,20%. Faktor moderasi utama yang diidentifikasi dalam pelaksanaan TBPT dari sisi penyedia adalah pelacakan kontak yang tidak teratur, pemberian layanan yang kurang optimal, kemitraan dan kepemilikan, pencatatan / pelaporan yang buruk, pengetahuan dan pelatihan, pembiayaan yang tidak stabil dan sumber daya yang tersedia. Demikian juga penyebaran informasi, kesadaran, akses, dukungan dan karakteristik obat adalah potensi moderator yang diidentifikasi dari pihak orang tua / pengasuh. Kesimpulan: Program TBPT sedang dilaksanakan secara moderat atau sedang di Distrik Kaski. Mengatasi tantangan utama yang teridentifikasi; penelusuran kontak yang tidak konsisten, pemberian layanan yang kurang optimal, kemitraan / kepemilikan, pembiayaan yang tidak stabil, dan pengetahuan petugas kesehatan menghasilkan lebih banyak identifikasi anak yang memenuhi syarat untuk TBPT. Kata kunci: Kepatuhan, Implementation Fidelity, Terapi Pencegahan, Nepal, TBC
Kata Kunci : Adherence, Implementation fidelity, Preventive Therapy, Nepal, Tuberculosis