Pengukuran dan Manajemen Kapasitas Menganggur untuk Meningkatkan Kinerja Keungan (Studi pada Gadjah Mada University Club)
UJANG HARTATO, Chooirunnisa Arifa, S.E., M.Sc., Ph.D.
2019 | Tesis | MAGISTER AKUNTANSITujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat pemanfaatan kapasitas sumber daya yang dimiliki Gadjah Mada University Club (GMUC) selama tahun 2016-2018, menganalisis strategi manajemen kapasitas yang telah diterapkan manajer GMUC dalam upaya mengatasi kapasitas menganggur selama tahun 2016-2018, dan menganalisis strategi perbaikan yang perlu dilakukan di masa depan untuk mengoptimalkan pemanfaatan kapasitas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan single case design. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah studi pustaka, dokumentasi, wawancara, dan observasi. Teknik analisis yang digunakan ialah analisis kualitatif meliputi reduksi data dengan analisis tematik, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menujukkan bahwa kapasitas aktual secara akumulatif untuk kamar dan ruang pertemuan belum optimal, sedangkan untuk tenaga kerja sudah optimal. Persentase kapasitas aktual kamar sebesar 52,26% pada tahun 2016; 51,29% pada tahun 2017; dan 49,91% pada tahun 2018. Persentase kapasitas aktual ruang pertemuan sebesar 35% pada tahun 2016; 42,93% pada tahun 2017; dan 37,74% pada tahun 2018. Dari sisi lain, persentase kapasitas aktual tenaga kerja sebesar 91,97% pada tahun 2016; 92,67% pada tahun 2017; dan 91,43% pada tahun 2018. Selisih antara kapasitas maksimum dengan kapasitas efisien ialah sebesar 37% untuk kamar dan sebesar 52,01% untuk ruang pertemuan. Kemudian selisih antara kapasitas efisien dengan kapasitas aktual ialah 10,65% sampai 13,34% untuk kamar dan 4,95% sampai 11,69% untuk ruang pertemuan. Kapasitas menganggur kamar terjadi dalam lima kondisi, yakni off limits, standby, waste, marketable, dan unmarketable. Kapasitas menganggur ruang pertemuan terjadi dalam tiga kondisi, yakni waste, marketable, dan unmarketable. Kapasitas menganggur tenaga kerja terjadi dalam dua kondisi, yakni off limits dan waste. Hasil penelitian selanjutnya menujukkan bahwa ada lima strategi manajemen kapasitas yang telah diterapkan oleh GMUC, yakni strategi manajemen operasional, strategi manajemen pemasaran, strategi manajemen harga, strategi outsourcing capacity, dan strategi barter. Kemudian ada enam strategi manajemen kapasitas yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kinerja keuangan GMUC, yakni penerapan strategi preventif, pengembangan strategi pemasaran, sinkronisasi kebutuhan tenaga kerja berdasarkan tren permintaan, penggunaan kapasitas fleksibel, evaluasi serta optimalisasi strategi barter, dan pembaharuan fasilitas.
The purposes of this study are to analyze the capacity utilization level of resources owned by Gadjah Mada University Club (GMUC) during 2016-2018, to analyze the capacity management strategies that have been applied by GMUC managers in efforts to overcome idle capacity during 2016-2018, and to analyze the improvement strategies that need to be implemented in the future to optimize capacity utilization. This research is a qualitative descriptive study with a single case design. Data collection techniques used were literature study, documentation, interviews, and observation. The data analysis technique used is a qualitative analysis approach including data reduction with thematic analysis, data display, and drawing conclusions. The results show that the accumulative actual capacity for rooms and meeting rooms was not optimal while for labor was optimal. Percentage of actual room capacity was 52,26% in 2016; 51,29% in 2017; and 49,91% in 2018. Percentage of actual meeting room capacity was 35% in 2016; 42,93% in 2017; and 37,74% in 2018. Additionally, the percentage of the actual labour capacity was 91,97% in 2016; 92,67% in 2017; and 91,43% in 2018. The differences between maximum capacity and efficient capacity were 37% for rooms and 52,01% for meeting rooms. Whereas the differences between efficient capacity and actual capacity were 10.65% to 13.34% for rooms and 4.95% to 11.69% for meeting rooms. Idle capacity of rooms occurs under five conditions, namely off limits, standby, waste, marketable, and unmarketable. Idle capacity of meeting rooms occurs in three conditions, namely waste, marketable, and unmarketable. Idle capacity of labor occurs under two conditions, namely off limits and waste. The next research result is that there are five capacity management strategies that have been applied by GMUC, namely operational management strategies, marketing management strategies, price management strategies, outsourcing capacity strategies, and barter strategies. Furthermore, there are six capacity management strategies that need to be implemented to improve GMUC's financial performance, namely preventive strategies implementation, marketing strategies development, labor capacity management according to trend of demand, flexible capacity use, barter strategies evaluation and optimization, and facilities renewal.
Kata Kunci : kapasitas, kamar, ruang pertemuan, tenaga kerja, kapasitas menganggur, dan strategi manajemen kapasitas