Laporkan Masalah

POLITIK RUANG DI WILAYAH PERTAMBANGAN (Representasi Ruang dan Pertarungan Sumber Daya di Wilayah Pertambangan Pasir Desa Keningar Kabupaten Magelang)

CECEP JAMI'AT, Dr. Nanang Indra Kurniawan.,M.P.A

2019 | Tesis | MAGISTER POLITIK DAN PEMERINTAHAN

Studi ini bertujuan menganalisis peran representasi ruang dalam pertarungan sumber daya atas wilayah pertambangan pasir. Representasi ruang memberikan abstraksi ruang dan menggunakan bentuk peta tata ruang. fokus penelitian ini adalah peran peta dan tata ruang dalam politik perebutan sumber daya di Desa Keningar, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Kapitalisasi ruang dan komodifikasi wilayah petambangan pasir di Desa Keningar, Kabupaten Magelang mengakibatkan dampak ganda, yakni marginilisasi kepemilikan sumber daya dan degradasi lingkungan. Oleh karenanya, pertarungan perebutan sumber daya multi pihak diantaranya negara, investor tambang pasir, masyarakat, dan non-pemerintah tak bisa diendahkan. Studi ini menggunakan teori representasi ruang milik Henry Lefebvre yang menjelaskan bahwa representasi ruang cenderung memunculkan aktor yang kuat akan terus berusaha mengontrol ruang yang diarahkan untuk komodifikasi dan akumulasi kapital. Aktor yang kuat dan memiliki dominasi atas komodifikasi ruang dalam studi ini adalah negara. Selain itu, studi ini juga menggunakan teori teritorialisasi internal milik Vandergeest dan Peluso untuk memetakan strategi negara menetapkan kontrol atas sumber daya pasir. Produksi ruang dan upaya mendominasi atas ruang tersebut selalu diikuti upaya oleh kelompok sosial untuk menantangnya. Sehingga studi ini juga menggukan konsep Autogestion milik Lefebvre untuk memahami tindakan perlawanan oleh masyarakat menentang komodifikasi ruang kapitalis oleh negara. Studi ini menggunakan metode penelitian bercorak kualitatif dengan metode studi kasus tipe pertama, yakni politik pertarungan sumber daya sebagai isu utama. Data dalam studi ini didapatkan melalui observasi patisipan, wawancara mendalam, serta analisis dokumen dan pustaka. Terakhir, data dianalisis dengan teknik triangulasi data. Berikut beberapa temuan dari studi ini. Pertama, representasi ruang yang termanifestasikan kedalam peta dan tata ruang wilayah Kabupaten Magelang merupakan proyek awal akumulasi kapital atas wilayah pertambangan pasir, dan peruntukannya didominasi negara. Kedua, negara menggunakan strategi teritorialisasi internal untuk menetapkan kontrol atas sumber daya pasir dan orang-orang yang menggunakannya dalam batas-batas tertentu, melalui skema konsesi dan penerbitan surat izin eksploitasi. Ketiga, kapitalisasi atas wilayah pertambangan pasir oleh negara dan investor tambang pasir, mengakibatkan marginilisasi kepemilikan sumber daya dan merusak lingkungan, telah mendorong kelompok sosial masyarakat melakukan Counter atas komodifikasi ruang.

This study aims to analyze the role of spatial representation in the resource struggle over the sand mining area. Representation of space gives abstraction of space and uses the form of a spatial map. The focus of this research is the role of maps and spatial planning in the politics of resource struggles in Keningar Village, Dukun District, Magelang Regency. The capitalization of space and the commodification of the sand mining area in Keningar Village, Magelang Regency have a double impact, namely the marginalization of resource ownership and environmental degradation. Therefore, the struggle for multi-party resources including the state, sand mining investors, the community and non-government cannot be defeated. This study uses Henry Lefebvre's theory of spatial representation which explains that spatial representation tends to bring out powerful actors who will continue to try to control the space directed at the commodification and accumulation of capital. The strong and dominating actor in the commodification of space in this study is the state. In addition, this study also uses Vandergeest and Peluso's internal territorialization theory to map the country's strategy of establishing control over sand resources. Spatial production and efforts to dominate the space are always followed by efforts by social groups to challenge it. So this study also uses Lefebvre's concept of Autogestion to understand the actions of resistance by the people against the commodification of capitalist space by the state. This study uses a qualitative research method with the first type of case study method, namely the politics of resource struggle as the main issue. Data in this study were obtained through participant observation, in-depth interviews, and document and literature analysis. Finally, the data were analyzed using data triangulation techniques. Following are some of the findings from this study. First, the spatial representation manifested in the map and spatial plan of the Magelang Regency is the initial project of capital accumulation of the sand mining area, and its allocation is dominated by the state. Second, the state uses an internal territorial strategy to establish control over sand resources and people who use them within certain limits, through concession schemes and the issuance of exploitation permits. Third, the capitalization of the sand mining area by the state and sand mining investors, resulting in the marginalization of resource ownership and damaging the environment, has encouraged social groups to counter the commodification of space.

Kata Kunci : (Kata kunci: representasi ruang, politik pertarungan sumber daya, teritorialisasi, Counter komodifikasi ruang)

  1. S2-2019-419122-abstract.pdf  
  2. S2-2019-419122-abstract.pdf.pdf  
  3. S2-2019-419122-bibliography.pdf  
  4. S2-2019-419122-bibliography.pdf.pdf  
  5. S2-2019-419122-tableofcontent.pdf  
  6. S2-2019-419122-tableofcontent.pdf.pdf  
  7. S2-2019-419122-title.pdf  
  8. S2-2019-419122-title.pdf.pdf