MODEL BISNIS PLATFORM APLIKASI WISATA SEPEDA PT. BALI GOWES NUSANTARA
ARYA SAKHANALA, Bayu Sutikno, S.E., Cand.Merc., Ph.D.,
2019 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN (KAMPUS JAKARTA)Berdasarkan data Badan Pusat Statistik dalam publikasi tanggal 09 Februari 2018 terkait jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bali, dalam kurun waktu lima tahun terakhir menunjukkan tren positif terutama untuk wisatawan mancanegara yang meningkat sampai dengan 42% atau 2,4 juta wisatawan. Bali menargetkan minimal menyedot kunjungan 8 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun 2019. Target 8 juta tersebut merupakan 40% dari target nasional yang membidik 20 juta wistawan manca negara pada tahun 2019. Melihat kondisi Bali yang merupakan target 40% dari wisatawan asing dan perkembangan olah raga sepeda di Indonesia, pada kenyataannya tidak serta merta mendongkrak pertumbuhan permintaan paket wisata sepeda di Bali, meskipun pelaku bisnis penyewaan dan wisata sepeda telah menggunakan website sebagai media pemasaran. Pelaku bisnis paket wisata sepeda menghadapi kendala dalam menjalankan bisnisnya. Pertama yaitu tidak tersedia cukup informasi atas jasa penyewaan dan wisata sepeda. Kendala kedua adalah masih rendahnya kepercayaan terhadap penyedia jasa wisata sepeda, ditambah dengan kondisi website-nya perusahaan tidak menyediakan fitur testimoni dari pengguna sebelumnya. Kendala ketiga adalah informasi yang tidak realtime. Konsumen tidak langsung mendapatkan informasi atau kepastian atas ketersediaan sepeda atau paket tur yang konsumen butuhkan. Perkembangan teknologi yang pesat dan keterbatasan waktu berwisata mengakibatkan setiap orang membutuhkan kecepatan dan keakuratan informasi. Kendala keempat adalah tidak lengkapnya informasi tentang lokasi wisata sepeda di Bali mengakibatkan wisata bersepeda bukan sebagai pilihan utama. Model bisnis ini dibuat dengan menggunakan wawancara dan kuesioner. Wawancara dilakukan terhadap pemilik bisnis sejenis untuk menyusun kanvas model bisnis, sedangkan kuesioner dilakukan terhadap calon konsumen pecinta olah raga sepeda untuk menyusun peta empati dan kanvas proposisi nilai. Pada analisis kelayakan usaha didapat hasil yang positif. Dari proyeksi keuangan selama 5(lima) tahun didapat hasil NPV sebesar Rp. 545.378.879, IRR 101,41% dan payback period 2 tahun 1 bulan (2,05 tahun).
Data from Central Statistics Bureau published on 09 February 2018 about the number of tourist visiting Bali in the last five years indicates positive trend especially for foreign tourists increasing up to 42% or 2.4 million tourists. Bali targets to absorb at least 8 million foreign tourists in 2019. The target of 8 million tourists constitutes 40% from national target of 20 million foreign tourists in 2019. Even though Indonesia expects Bali to contribute for 40% of foreign tourist’s visit and cycling sport development, it actually has yet to boost the demand growth of cycling tourism package in Bali whereas cycling tourism and bicycle rental business players have used websites as their marketing media. Cycling tourism package business players are facing obstacles in running their businesses. First is insufficient information on cycling tourism and bicycle rental services. Second are low trust to cycling tourism service providers and corporate websites having no testimonial features from previous users. Third is non-real-time information. Consumers cannot obtain information or certainty over the availability of bicycles or tourism packages they need. Rapid technological development and restricted tourism time demand anyone to require quick and accurate information. Fourth is incomplete information on cycling tourism locations in Bali making cycling tourism a non-primary option. This business model was created through interviews and questionnaires. Interviews were conducted to similar business players to arrange business model canvas while questionnaires were distributed to prospective consumers of cycling sport to establish empathy map and value proposition canvas. Business feasibility analysis generates a positive result. Financial projection for 5 (five) years generates NPV of Rp 545,378,879, IRR of 101.41%, and payback period of 2 years 1 month (2.05 years).
Kata Kunci : Kanvas Proposisi Nilai, Kanvas Model Bisnis, Inovasi Bisnis, Wisata Sepeda