Laporkan Masalah

PENGGUNAAN BAHASA PADA ANAK HASIL PERNIKAHAN ANTARSUKU JAWA-SUNDA (STUDI KASUS:DIMAS)

DIAN LERANTI ANESA, Dr. Daru Winarti, M.Hum.

2019 | Tesis | MAGISTER LINGUISTIK

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud alih kode, bentuk campur kode, dan faktor yang melatarbelakangi peristiwa alih kode dalam tuturan Dimas yang merupakan anak hasil pernikahan antarsuku Jawa-Sunda. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, sumber data penelitian berasal dari tuturan Dimas yang merupakan anak hasil penikahan antarsuku Jawa-Sunda. Tahap pengumpulan data menggunakan dua metode yang pertama, metode cakap dengan teknik pancing dan teknik cakap semuka. Kedua menggunakan metode simak dengan teknik sadap, teknik simak libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Metode analisis yang digunakan yaitu metode padan dengan teknik pilah unsur penentu dan hubung banding membedakan. Peneliti juga meminta bantuan ibu Dimas untuk merekam tuturan Dimas di lingkungan keluarganya. Data yang diperoleh sebanyak 43 data. Hasil dari penelitian, Dimas menguasai empat bahasa yaitu bahasa Indonesia, bahasa Sunda (bahasa Sunda kasar, bahasa Sunda akrab, bahasa Sunda hormat, dan bahasa Sunda dialek Utara), bahasa Jawa (bahasa Jawa ngoko dan bahasa Jawa dialek Banyumas), dan bahasa Inggris. Oleh sebab itu, pada tuturannya ditemukan alih kode dan campur kode. Wujud alih kode tersebut yaitu alih kode dari bahasa Indonesia ke bahasa Sunda, bahasa Indonesia ke bahasa Jawa, dan bahasa Indonesia ke bahasa Inggris. Wujud alih kode bahasa yang sering digunakan oleh Dimas yaitu alih kode bahasa Indonesia ke bahasa Sunda. Sementara itu, pada campur kode berupa kata dan frasa. campur kode tersebut yaitu campur kode bahasa Sunda, campur kode bahasa Jawa, dan campur kode bahasa Inggris. Bentuk campur kode yang sering digunakan oleh Dimas yaitu campur kode dalam bentuk kata. Faktor yang melatarbelakangi alih kode pada tuturan Dimas di antaranya mengungkapkan emosi, mengutip tuturan orang lain, mendekatkan jarak, menghormati yang lebih tua, penanda etnis, merahasiakan isi tuturan dari lawan tutur, perginya penutur ketiga, memiliki tujuan tertentu untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan, terpengaruh oleh bahasa lawan tutur, menyindir, dan mengutip judul film.

The purpose of this research is to describe the forms of code switching and code mixing and some factors which stimulate the code switching in utterance. Dimas is a child from inter-ethnic marriage, Javanese-Sundanese. It is a descriptive research in which its data source was taken from Dimas utterance who is a child from inter-ethnic marriage, Javanese-Sundanese. Data collection utilizes two methods. The first method is conversation with, survey method with stimulating technique and face-to-face survey technique. The second is observation method with tapping technique, techniques involved are face-to-face survey technique, record technique, note taking technique. The data is analyzed by using correlation method with the technique of classifying constituent of language as the basic technique and the technique of correlating, comparing, and distinguishing. The researchers asked Dimas mother for help to record Dimas's speech in his family environment. The data obtained were 43 data. The result of this research shows that Dimas masters in four languages: Indonesian, Sundanese (coarse Sundanese, familiar Sundanese, respectful Sundanese, and North Sundanese dialect), Javanese (includes ngoko and Banyumas dialect) and English. Therefore, his pronunciation consists of switching code and mixing code. The code switching is code switching from Indonesian to Sundanese, Indonesian to Javanese, and Indonesian to English. The form of code switching which is often used by Dimas is Indonesian code switching to Sundanese. Meanwhile, the code mixing in the form of words and phrases. The code mixing is code mixing Sundanese, code mixing Javanese, and code mixing English. The most used form of Dimas mixing code is word form. The reason behind Dimas switching codes includes emotional expression, quotation, bounding, respecting the elder, ethnical sign, classified utterance, the departure of the third speaker, specific intention (to get his goal), other speakers influence, mockery and film title quotation.

Kata Kunci : penggunaan bahasa, pernikahan, alih kode, campur kode.

  1. S2-2019-419243-abstract.pdf  
  2. S2-2019-419243-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-419243-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-419243-title.pdf