Laporkan Masalah

KONSTRUKSI POLITIK IDENTITAS DI MEDIA ONLINE (Analisis berita Pasca Vonis Hukuman Penjara Kasus Penodaan Agama Basuki Tjahaja Purnama Atau Ahok Tempo.co dan Republika.co.id Periode 9-12 Mei 2017)

ERWIN TANDORO, Nyarwi Ahmad, S.I.P., M.A.

2019 | Tesis | MAGISTER ILMU KOMUNIKASI

Pada 9 Mei 2017 Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dinyatakan terbukti bersalah melakukan penodaan agama dalam pernyataan terkait Surat Al-Maidah 51 di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Sejak ditetapkan sebagai tersangka hingga vonis dijatuhkan, kontroversinya banyak disorot oleh berbagai media. Salah satunya adalah Tempo.co dan Republika.co.id. Isu yang diperdebatkan oleh kedua media ini terkait dengan politik identitas yang melibatkan isu ras dan agama. Berdasarkan hasil analisis menggunakan metode framing model Pan dan Kosicky terhadap 14 berita di Tempo.co dan Republika.co.id menunjukkan bahwa keduanya cenderung memperkuat politik identitas. Akan tetapi sikap memperkuat politik identitas ini tidak konsisten dibentuk oleh masing-masing media. Ketidakkonsistenan ditunjukkan dengan munculnya berbagai indikasi yang berbeda-beda antara konstruksi penyusunan sintaksis, skrip, tematik maupun retoris. Terbentuknya framing ini menunjukkan adanya perbedaan perspektif dan ideologi yang menyebabkan perbedaan sikap masing-masing media. Tempo.co memandang kasus Basuki Tjahaha Purnama sebagai bagian dari konflik kebangsaan yang melibatkan politik identitas ras; sedangkan Republika.co.id memandang kasus Basuki Tjahaha Purnama sebagai sentimen keagamaan yang sangat negatif.

On May 9, 2017 the Governor of DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, known as Ahok, was found guilty of blasphemy in a statement related to Surat Al-Maidah 51 on Pramuka Island, Thousand Islands. Since being named a suspect until the verdict is handed down, the controversy has been highlighted by various media. One of them is Tempo.co and Republika.co.id. The issue debated by the two media is related to politics identity involving racial and religious issues. Based on the results of the analysis using the Pan and Kosicky framing method of 14 news in Tempo.co and Republika.co.id, shows that both tend to strengthen politics identity. However, this attitude of strengthening the politics identity is not consistently shaped by each media. Inconsistency is shown by the emergence of various indications that differ between the construction of syntax, script, thematic and rhetorical construction. The formation of framing shows the differences in perspective and ideology that cause differences in the attitudes of each media. Tempo.co views the Basuki Tjahaha Purnama case as part of a national conflict involving racial politics identity; whereas Republika.co.id views the Basuki Tjahaha Purnama case as a very negative religious sentiment.

Kata Kunci : Berita, Media Online, Framing, Tempo.co, Republika.co.id, Politik Identitas

  1. S2-2019-419040-abstract.pdf  
  2. S2-2019-419040-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-419040-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-419040-title.pdf