HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN KOPING RELIGIUS DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS IBU YANG MEMILIKI ANAK RETARDASI MENTAL DI SLB NEGERI 1 BANTUL
SAK LIUNG, Prof. Dr. dr. H. Soewadi, MPH, Sp.KJ (K); dr. Mahar Agusno, Sp.KJ (K)
2019 | Tesis-Spesialis | ILMU KEDOKTERAN JIWALatar belakang: Kesejahteraan psikologis rendah pada ibu dari anak dengan retardasi mental (RM) dapat mempengaruhi kesehatan mental dan kualitas hidup ibu. Kesejahteraan psikologis tergantung pada strategi koping ibu seperti koping religius untuk mengatasi beban pengasuhan anak. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara penggunaan koping religius dengan kesejahteraan psikologis ibu yang memiliki anak dengan RM di SLBN 1 Bantul. Metode: Jenis penelitian deskriptif analitik dengan rancangan cross-sectional. Subjek penelitian adalah para ibu yang memiliki anak dengan RM derajat ringan-sedang, siswa SLB Negeri 1 Bantul. Kesejahteraan psikologis ibu dinilai dengan Skala Kesejahteraan Psikologis dan koping religius dengan Skala Koping Religius. Tingkat kemaknaan uji statistik dinyatakan pada p<0,05. Hasil: Penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara koping religius dengan kesejahteraan psikologis ibu yang memiliki anak dengan RM (X2: 17,897; C: 0,377; p: 0,000; RP: 5,65; CI 95%: 2,46-12,92). Semua dimensi koping religius memiliki hubungan bermakna dengan kesejahteraan psikologis ibu (p: 0,000). Dimensi mencapai kenyamanan dan kedekatan pada Tuhan memiliki hubungan keeratan tertinggi dengan kesejahteraan psikologis ibu di antara dimensi koping religius lainnya (X2: 39,041; C:0,515). Terdapat juga hubungan bermakna antara pendidikan ibu dengan kesejahteraan psikologis ibu (p:0,021). Koping religius dan pendidikan ibu memberikan sumbangan sebesar 26,7% terhadap kesejahteraan psikologis ibu. Kesimpulan: Koping religius penting untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis ibu yang memiliki anak dengan retardasi mental.
Background: Low psychological well-being in mothers of children with mental retardation (MR) can affect maternal mental health and quality of life. Psychological well-being of mothers depend on maternal coping strategies, such as religious coping to overcome the burden of childcare. Objective: To determine the association between religious coping use and psychological well-being of mothers of children with MR at SLBN 1 Bantul. Method: This is an analytic descriptive study with cross-sectional design. Subjects were mothers who had children with mild to moderate MR, students of SLBN 1 Bantul. The psychological well-being of the mother is assessed by the Psychological Well-being Scale and religious coping by the Religious Coping Scale. The significance level of the statistical test is expressed at p<0.05. Results: This study showed there is a significant association between religious coping and psychological well-being of mothers of children with MR (X2: 17.897; C: 0.377; p: 0.000; RP: 5.65; 95% CI: 2.46-12.92). All dimensions of religious coping have a significant association with the psychological well-being of the mother (p: 0.000). The dimensions of achieving comfort and closeness to God have the highest closeness association with the psychological well-being among other dimensions of religious coping (X2: 39.041; C: 0.515). Maternal education also has a significant association with the psychological well-being of the mother (p: 0.021). Religious coping and maternal education contribute 26. 7% to the psychological well-being of mothers. Conclusion: Religious coping is important to improve the psychological well-being of mothers of children with mental retardation.
Kata Kunci : anak dengan retardasi mental, ibu, kesejahteraan psikologis, koping religius; children with mental retardation, mother, psychological well-being, religious coping