Pengaruh Penambahan Program Latihan Fisik pada Terapi Standar Terhadap Kualitas HIdup Penderita HIpertensi Arteri Pulmonal Akibat Defek Septum Atrium Sekundum Yang Belum Dikoreksi (Analisis Pendahuluan)
INDERA NOOR ACHMAD, dr. Irsad Andi Arso, Sp.PD.,M.Sc., Sp.JP(K) ; Dr. dr. Lucia Kris Dinarti, Sp.PD., Sp.JP(K)
2019 | Tesis-Spesialis | ILMU PENYAKIT JANTUNG DAN PEMBULUH DARAHLatar Belakang. Latihan fisik pada pasien defek septum atrium terkait hipertensi arteri pulmonal (DSA-HAP) sebelumnya tidak dianjurkan. Namun, program latihan fisik rawat inap terus menunjukkan efek peningkatan Kualitas Hidup (QoL) pada pasien DSA-HAP. Penelitian yang bertujuan untuk mengevaluasi efek rehabilitasi untuk pasien ASD-PAH di Indonesia masih langka. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek program rehabilitasi pada kualitas hidup pasien DSA-HAP Metode. Tiga puluh delapan pasien DSA-HAP yang stabil dengan pengobatan spesifik HAP dialokasikan secara acak untuk kelompok kontrol (n = 18) dan pelatihan (n = 20). Tidak ada perubahan terapi spesifik HAP selama penelitian. Kelompok perlakuan menjalani latihan treadmill setiap dua minggu sekali di pusat rehabilitasi jantung dan menerima resep latihan selama empat minggu dengan berjalan kaki tiga kali / minggu di rumah. Kelompok kontrol tidak menerima rehabilitasi khusus. Hasil utama adalah perubahan kualitas hidup yang diukur dengan kuesioner Euroqol 5D-3L. Hasil. Tiga puluh delapan pasien diikutkan kedalam analisis. Karakteristik dasar dan kualitas hidup awal tidak berbeda secara signifikan antara kedua kelompok. Pada akhir program, kelompok pelatihan mengalami peningkatan yang signifikan (p = 0,000) baik nilai indeks EQ5D (0,127± 0,096) dan skor EQ-VAS (10± 1,70). Terdapat perbedaan yang signifikan kelompok perlakuan dan kelompok kontrol (EQ5D: 0,1270± 0,096 vs 0,0005± 0,104 dan EQ-VAS 10± 1,70 vs -1,67 + 1,98, p = 0,000). Tidak didapatkan perancu yang signifikan secara statistik. Kesimpulan. Rehabilitasi fisik terbukti meningkatkan kualitas hidup pasien DSA-HAP secara signifikan yang dapat dijadikan sebagai terapi tambahan pada pasien HAP. Kata Kunci. Defek Septum Atrium, Hipertensi Arteri Pulmonal, Rehabilitasi, Kualitas Hidup
Background. Physical exercise for atrial septal defect associated pulmonary arterial hypertension (ASD-PAH) patients previously has been discouraged. However, Inpatient physical rehabilitation program has continually shown the consistency of improving Quality of Life (QoL) in ASD-PAH patients. The study aimed to evaluate effect of physical rehabilitation for ASD-PAH patients in Indonesia is still scarce. Aims. This study is a prospective randomized study to evaluate the effects of rehabilitation program on QoL of ASD-PAH patients. Methods. Thirty-eight ASD-PAH adults on stable PAH specific medication were randomly allocated to a control (n=18) and training (n=20) group. No change was permitted in PAH-specific medication during the study. The training group underwent rehabilitation of treadmill walking once every two weeks in the cardiac rehabilitation center and received a prescription for four weeks walking three times/week at home. The control group receives no specialized rehabilitation. The primary outcome was the changes in QoL measured by Euroqol 5D-3L questionnaire. Results. The study was done in 38 patients. The baseline characteristics and baseline QoL did not differ significantly between the two groups. In the end of the program, the training group had a significant (p = 0,000) improvement both EQ5D value index (0,127± 0,096) and EQ-VAS score (10± 1,70). As compared with control group we found a significant difference (EQ5D: 0,1270± 0,096 vs 0,0005±0,104 and EQ-VAS 10± 1,70 vs -1,67 + 1,98, p = 0,000). No statistically significant confounder was found. Conclusion. The physical rehabilitation has proven improves QoL in ASD-PAH patients which could be a promising adjunct to PAH medication. Keywords. Atrial Septal Defect; Pulmonary Arterial Hypertension, Outpatient Rehabilitation; Quality of Life
Kata Kunci : Defek Septum Atrium, Hipertensi Arteri Pulmonal, Rehabilitasi, Kualitas Hidup