Laporkan Masalah

STRATEGI SURVIVAL PELAKU INDUSTRI KECIL MENENGAH DALAM MENGHADAPI ERA GLOBALISASI (Studi di Sentra Kerajinan Tenun, Padukuhan Gamplong, Desa Sumberrahayu, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta)

YURIVANI AMANDA BONITA, Dr. Hempri Suyatna, S.Sos., M,Si.

2019 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN

Era Globalisasi merupakan sebuah proses yang melibatkan pertumbuhan manusia, objek tempat dan informasi sebagaimana yang ditemukan akan memperlambat atau mempercepat proses tersebut. Munculnya era globalisasi ini mengancam keberadaan industri-industri kecil yang ada di Indonesia. Penelitian ini akan membahas mengenai Strategi Survival Pelaku Industri Kecil Menengah dalam Menghadapi Era Globalisasi di Sentra Kerajinan Tenun Gamplong, Desa Sumberrahayu, Kecamatan Moyudan Kabupatem Sleman DIY. Industri tenun ini, sudah lama berdiri sejak tahun 1950an dan hingga saat ini masih bertahan. Keberadaan industri tenun ini tidak terlepas dari masalah yang dihadapi, terutama dengan adanya era globalisasi di Indonesia ini. Diharapkan, para pengrajin tenun mempertahankan industrinya serta mewujudkan kesejahteraan yang dapat dirasakan oleh seluruh pengrajin tenun Gamplong. Penelitian ini menggunakan konsep Strategi Survival, Industri Kecil Menengah, Globalisasi, Industri Kecil Menengah dalam Konteks Globalisasi dan Strategi dalam Konteks Globalisasi. Kelima konsep ini digunakan untuk menjawab rumusan masalah mengenai strategi yang dilakukan oleh pengrajin tenun dalam mempertahankan Sentra Kerajinan Tenun Gamplong dalam menghadapi era globalisasi. Pada penelitian ini, informan yang berhasil diwawancarai berjumlah sebelas orang yang terdiri dari Kepala Bidang Pengembangan Usaha Industri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman, Penasehat Desa Wisata Gamplong, Ketua Paguyuban TEGAR dan pengrajin tenun Gamplong. penentuan informan dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling untuk mendapatkan informasi secara mendalam. Pengumpulan informasi dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Penelitian yang dilakukan mengenai strategi pengrajin tenun Gamplong dalam mempertahankan industri tenunnya. Strategi yang dilakukan pengrajin adalah melakukan inovasi dalam pembuatan produk sehingga lebih bervariasi dan kreatif serta menambah jaringan usaha guna memperluas pasaran. Selain itu, adapula peran dari pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman dalam mendampingi perkembangan industri tenun Gamplong. Serta keterlibatan Paguyuban TEGAR yang menyatukan antara satu sama lain pengrajin. Akan tetapi, upaya yang dilakukan untuk mempertahankan industri tenun Gamplong belum optimal. Pihak Disperindag Sleman dalam melakukan pendampingan belum dioptimalkan, serta dalam hal inovasi dan perluasan jaringan usaha juga belum dioptimalkan. Oleh sebab itu, perkembangan industri tenun Gamplong belum dirasakan oleh seluruh pengrajin.

Globalization era is a process involving human growth, spatial object and information that are found to hamper or to accelerate the process. The globalization era poses a threat to the existence of small and medium industries in Indonesia. The study examines the survival strategy of small and medium industries in facing globalization era in Gamplong weaving handicraft center of Sumberrahayu Village of Moyudan subdistrict of Sleman district of the Special Region of Yogyakarta. The weaving industry has been existing since 1950s and survives up to the present time. The existence of the weaving industry is inseparable of the problems facing it, especially the globalization era in Indonesia. It is expected that the weaving craftsmen could maintain their industry and materialize the well-being for all of Gamplong weaving craftsmen. It used the concepts of survival strategy, small and medium industries, globalization, and small and medium industries in globalization context and strategy in the globalization context. The five concepts were used to answer the formulated strategic problems facing the weaving craftsmen in maintaining Gamplong weaving center in globalization era. There were eleven informants interviewed, including the Head of Industrial Business Development Division of the Industry and Commerce Office of Sleman district, the Advisor of Gamplong Tourist Village, the Chairman of TEGAR Association and Gamplong weaving craftsmen. The informants were selected using purposive sampling to get in-depth information. Information was gathered using observation, in-depth interview, and documentation. It was conducted to find out the strategy of the Gamplong weaving craftsmen in maintaining their weaving industry. It was found that the strategy of the craftsmen was to innovate in producing their products into more varying and creative ones and to develop business network for wider marketing coverage. Additionally, the Industry and Commerce Office of Sleman district also played an important role in advocating the development of the Gampling weaving industry, while the TEGAR association involved in establishing cohesiveness among the craftsmen. However, the effort to maintain the Gamplong weaving industry has not been optimal. The Industry and Commerce Office of Sleman district has not made an optimal advocating effort in addition to fact that the innovation and the effort to broaden the business network have also not been optimal. Therefore, the development of the Gampling weaving industry has not been felt by all of the craftsmen.

Kata Kunci : Survival, Globalisasi, Inovasi Produk, Jaringan Usaha.

  1. S1-2019-384250-abstract.pdf  
  2. S1-2019-384250-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-384250-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-384250-title.pdf