TINJAUAN METODE PELAKSANAAN DAN BIAYA PADA PROYEK PRESERVASI JALAN Prof. Dr. WIRJONO PROJODIKORO YOGYAKARTA
NUR KHAMID STYAWAN, Ir. HERU BUDI UTOMO. MT.
2019 | Tugas Akhir | D3 TEKNIK SIPILTINJAUAN METODE PELAKSANAAN DAN BIAYA PADA PROYEK PRESERVASI JALAN Prof. Dr. WIRJONO PROJODIKORO YOGYAKARTA Dalam rangka mendukung perkembangan suatu daerah atau kota diperlukan adanya sarana dan prasarana pendukung dalam hal ini jalan adalah salah satu sarana pendukung mobilitas untuk menunjang kegiatan sehari-hari. Perencanaan peningkatan sarana dan prasarana jalan merupakan salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan mobilitas yang ada. Tugas akhir ini dilakukan untuk evaluasi sekaligus pembanding perencanaan jalan dengan perkerasan lentur dan dengan perkerasan kaku pada proyek preservasi jalan Prof. Dr. Wirjono Projodikoro yogyakarta. Metode yang digunakan adalah metode analisa perbandingan metode pelaksanaan dan biaya pekerjaan. Pada kegiatan ini metode penelitian dibagi menjadi 4 tahap. Tahap pertama adalah studi literatur dan survey awal, tahap kedua yaitu pengumpulan data sekunder sebagai pendukung penelitian, tahap ketiga melakukan analisa setiap pekerjaan, dan tahap keempat adalah kesimpulan serta saran dari hasil pembahasan. Dari hasil analisis yang telah dilakukan, untuk pekerjaan perkerasan lentur sepanjang 100 meter menghabiskan biaya sbesar Rp. 293.281.000,- sedangkan untuk pekerjaan perkerasan kaku menghabiskan biaya sebesar Rp. 353.846.000,- sudah termasuk PPN 10%. Perbedaan dari segi metode pelaksanaan pekerjaan perkerasan lentur dan perkerasan kaku terdapat pada pengerjaan pemadatan. Pada perkerasan lentur pemadatan dilakukan 3 tahap (awal,antara, dan akhir), sedangkan pada perkerasan kaku pemadatan hanya dilakukan satu tahap (dengan alat getar vibrator). Untuk perkerasan lentur tidak membutuhkan bekisting sedangkan perkerasan kaku menggunakan bekisting.
RIVIEWED OF IMPLEMENTATION METHOD AND PROJECT COSTS OF THE ROAD PRESERVATION Prof. Dr. WIRJONO PROJODIKORO YOGYAKARTA In order to support the development of a region or city, the necessary facilities and infrastructure in this case is a means of supporting mobility to support daily activities. Planning for improving road facilities and infrastructure is one of the efforts to overcome existing mobility problems. This final project is carried out for evaluation as well as comparison of planning for flexible pavement and rigid pavement in the Prof. Dr. Wirjono Projodikoro Yogyakarta road preservation project. The method used is a method of comparison analysis of the methods of implementation and cost of work. In this activity the research method is divided into 4 stages. The first stage is the study of literature and initial surveys, the second stage is secondary data collection as a supporter of research, the third stage analyzes each work, and the fourth stage is conclusions and suggestions from the results of the discussion. From the results of the analysis that has been carried out, for a flexible 100-meter pavement work costs as much as Rp. 293,281,000, - whereas for rigid pavement work costs Rp. 353,856,000, - including 10% ppn. Differences in terms of the method of implementation of flexible pavement and rigid pavement are found in compaction work. The flexible compaction pavement is carried out in 3 stages (initial, intermediate, and final), whereas in rigid compaction pavement only one step is carried out (with vibrator device). For flexible pavement does not require formwork while rigid pavement uses formwork.
Kata Kunci : Kata kunci : perkerasan lentur, perkerasan kaku, biaya konstruksi, metode konstruksi, harga satuan pekerjaan.