Laporkan Masalah

Makna Penanggalan dalam Penetapan Sawah sebagai Sima bagi Bangunan Keagamaan: Kajian Hermeneutika terhadap Prasasti-Prasasti Masa Kayuwangi

ELISABETH HERTAMI KUSUMASTUTI, Dra. Djaliati Sri Nugrahani, M.A.

2019 | Skripsi | S1 ARKEOLOGI

Penelitian ini merupakan penelitian hermeneutika yang membahas mengenai latar belakang penanggalan pada penetapan sawah sebagai sima bagi bangunan keagamaan dari prasasti-prasasti Kayuwangi. Penetapan sawah sebagai sima bagi bangunan keagamaan merupakan peristiwa penting karena menyangkut status sebidang tanah yang diperuntukkan bagi bangunan yang suci. Hasil dari sawah digunakan untuk biaya perawatan dan pengelolaan bangunan keagamaan. Dalam hal ini, unsur penanggalan diperlukan untuk mengetahui keletakan waktu yang berlangsung saat peristiwa terjadi. Oleh karena itu, segala hal yang berkaitan dengan peristiwa tersebut dipertimbangkan, termasuk waktu kegiatan dilaksanakan. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk inventarisasi tanggal yang dipilih dan mengetahui latar belakang pemilihannya. Untuk mencapai tujuan tersebut, terdapat beberapa tahapan. Tahap pertama ialah pengumpulan data primer dan data sekunder. Data primer diidentifikasi dan data sekunder untuk deskripsi. Tahap ketiga ialah analisis. Berdasarkan analisis tersebut, diketahui bahwa penanggalan yang digunakan dalam peristiwa penetapan sawah sebagai sima bagi bangunan keagamaan pada prasasti Kayuwangi menunjukkan pemilihan empat mangsa yaitu katiga, labuh, rendheng, dan mareng. Selain itu, penanggalan yang dipilih juga menunjukkan hari yang bersifat baik. Makna yang diungkap adalah pentingnya penentuan tanggal yang berkaitan dengan musim dan perhitungan hari baik dalam peristiwa penetapan sawah sebagai sima bagi bangunan keagamaan.

This research is about a hermeneutics study that discusses calendar background of rice field establishment as sima at religious buildings in Kayuwangi's inscriptions. The rice field establishment as sima at religious buildings is an important event because it determines the status of lands which use for religious concern. The income from rice fields were used for pay all the costs of religious buildings maintenance and management. In this case, the element of calendar is needed to find the exact time when the activity occurred. Therefore, all matters related to the activity are carefully considered including time selection of the activity. The purpose of this study is to inventory the date and find out the background of the selection. To achieve these goals, there are several steps performed in this research. The first step is collecting primary and secondary data. Primary data are identified and secondary data is for descripting the object. The third step is an analysis. Based on this analysis, it is known that the calendar used in rice field establishment as sima for religious buildings in Kayuwangi's inscriptions shows the selection of four mangsa there are namely katiga, labuh, rendheng, and mareng. Furthermore, the selected calendar also shows a good day. The revealed meaning is the importance of determining the dates related to the seasons and the calculation of good days in rice field establishment as sima for religious buildings.

Kata Kunci : hermeneutika, penanggalan, sawah, prasasti, sima / hermeneutics, calendar, rice fields, prasasti, sima

  1. S1-2019-383860-abstract.pdf  
  2. S1-2019-383860-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-383860-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-383860-title.pdf