International Organizations' (IOs) Power as an Autonomous Actor: Case Study of the Bureaucratic Entity of World Bank
PATRICIA MARTINA U T, Gabriel Lele, Dr., SIP, M.Si
2019 | Skripsi | S1 MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIKKonseptualisasi organisasi internasional sebagai platform untuk perebutan kekuasaan untuk memproyeksikan kepentingan nasional di tingkat internasional telah lama mendominasi literatur ilmiah. Namun, kasus empiris telah menunjukkan kemampuan organisasi internasional untuk menjadi seorang aktor yang otonom dengan kepentingan sendiri, berbeda dengan kepentingan negara anggota. Otonomi organisasi internasional umumnya dijelaskan melalui power-delegation lewar principle-agent analisis namun, analisis ini dibuktikan tidak cukup untuk menjelaskan perbedaan kepentingan yang terbentuk antara anggota negara dan organisasi internasional. Penelitian ini berpendapat bahwa membongkar organisasi internasional sebagai birokrasi merupakan cara yang diperlukan untuk lebih mengerti bagaimana organisasi internasional berhasil memiliki kekuatan dan menjadi aktor yang otonom. Dalam proses analisis, penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi kasus dari Bank Dunia sebagai organisasi internasional yang sangat berperan dalam kehidupan moderen dunia. Penelitian ini membuktikan bagaimana sifat dasar dari birokrasi itu sendiri yang memberikan organisasi international kekuatan untuk menjadi aktor otonom. Sifat dasar ini terdiri dari dua unsur penting yaitu legitimasi birokrasi yang rasional dan kontrol terhadap pengetahuan dan keahlian.
Conceptualizations of International Organizations (IOs) as platforms for power struggles or vehicles for projecting national interests at the international level have long dominated the scholarly literature. However, empirical cases have shown the ability of IOs to be an autonomous actor with its own interests. The autonomy of IOs generally explained through the power-delegation from the principle-agent analysis, yet it proves to be insufficient in explaining the interest disjuncture between states and IOs. This paper argues unpacking IOs as a bureaucracy is a necessary measure to further understand how IOs are able to gain their power and become autonomous. For the study, this paper uses a qualitative method through a case study of the World Bank as a prominent IO in the global world. The findings prove how the very nature of the bureaucracy itself brought IOs power to be an autonomous actor. To which, the two-essential elements of bureaucracy, its legitimacy of the rational authority and control over expertise were considered to be the IOs� source of power.
Kata Kunci : International Organizations (IOs), Autonomy, Bureaucracy, World Bank