TINJAUAN TERHADAP PROSES PENYUSUNAN JADWAL RETENSI ARSIP KEMENTERIAN PERENCANAAN DAN PEMBANGUNAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
EYDI PERMINDONTA T, Waluyo, S.S., M.Hum.
2019 | Tugas Akhir | D3 KEARSIPANTugas akhir yang berjudul “Tinjauan Terhadap Proses Penyusunan dan Penetapan Jadwal Retensi Arsip di Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional Republik Indonesiaâ€, menjelaskan tentang peninjauan dan penelusuran informasi terhadap proses dan progres kerja yang telah dilakukan dari mulai awal penyusunan, penetapan, hingga akhirnya dilakukan revisi dan pembaharuan atas dasar monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh lembaga kearsipan nasional. Tugas akhir menggunakan tiga metode pengumpulan data. Metode pertama yakni metode studi pustaka, dimana pada metode ini difokuskan pada penelusuran referensi, dan kebijakan yang berkenaan dengan penyusunan dan penetapan jadwal retensi arsip, metode kedua yakni metode observasi partisipatif, implentasi dari metode ini yakni penulis terlibat secara langsung dalam kegiatan yang berkenaan dengan proses penyusunan dan penetapan jadwal retensi arsip. Metode terakhir yakni metode wawancara, dimana penulis melakukan wawancara ataupun diskusi secara langsung dengan individu-individu yang terlibat langsung pada proses penyusunan dan penetapan jadwal retensi arsip Jadwal Retensi Arsip (JRA) merupakan kebijakan yang mengatur masa dan nasib akhir suatu arsip, tim penyusun wajib memahami bagaimana pola perencanaan, dan langkah-langkah apa saja yang perlu diambil sebagai acuan dasar dalam menyusun materi jadwal retensi arsip. Sebelumnya Bappenas telah menetapkan dan mengimplementasikan JRA yang telah disahkan pada tahun 2015 namun seiring monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh lembaga kearsipan nasional, Bappenas ditugaskan untuk melakukan revisi serta pembaharuan di beberapa poin penting yang berkenaan dengan dasar penyusunan dan penetapan jadwal retensi arsip yang telah dilakukan sebelumnya.
The final paper, entitled "Review of the Preparation Process and Arrangement of Record Retention Schedule at Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional Republik Indonesia", describes the review and tracking of information on the process and progress of work that has been carried out from the beginning of preparation, arrangement, until the end of the revision, and renewal on the basis of monitoring and evaluation carried out by national archival institutions. The final paper uses three methods of data collection. The first method is the library study method, where the method is focused on tracing references, and policies relating to the compilation and determination of record retention schedules, the second method is participatory observation method, the implementation of this method is that the writer is directly involved in the activities relating to the process preparation and arrangement of record retention schedules. The last method is the interview method, where the author conducts interviews or discussions directly with individuals who are directly involved in the process of compiling and setting an record retention schedule. Record Retention Schedule (RRS) is a policy that regulates the period and final fate of a record, the compilation team must understand how the planning pattern, and what steps need to be taken as a basic reference in compiling record retention schedule material. Prior to that, Bappenas had set and implemented JRA which was ratified in 2015 but as monitoring and evaluation was carried out by national archival institutions, Bappenas was tasked with revising and updating several important points relating to the preparation and arrangement of record retention schedules which had been done before.
Kata Kunci : JRA, Retensi, Arsip