Partisipasi Masyarakat terhadap Pengelolaan Candi Borobudur sebagai Warisan Budaya Dunia
ERTHANTIA DEA HERVIONITA PUTRI, Joni Purwohandoyo, S.Si., M.Sc.
2019 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHCandi Borobudur merupakan candi Budha terbesar di Indonesia yang telah masuk dalam situs warisan budaya dunia oleh UNESCO pada tahun 1991. Predikat tersebut memerlukan adanya pengelolaan yang melibatkan partisipasi masyarakat agar kelestarian dari sebuah warisan tetap terjaga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran penting sebuah aspek pengelolaan, menganalisis bentuk dan kelompok/ kategori partisipasi masyarakat dalam pengelolaan Candi Borobudur sebagai warisan budaya dunia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel yang dilakukan dalam penelitian ini adalah purposive dan snowball sampling. Teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Kerangka hukum merupakan aspek penting dalam pengelolaan Candi Borobudur sebagai warisan budaya dunia. Namun dalam kerangka hukum, pengaturan mengenai partisipasi masyarakat masih minim. Partisipasi masyarakat yang dilakukan dalam pengelolaan Candi Borobudur sebagai warisan budaya dunia diberikan berupa tenaga fisik, buah pikiran, dan keterampilan dan kemahiran. Bentuk yang paling sering diberikan diantara ketiga bentuk tersebut adalah buah pikiran. Buah pikiran tersebut disalurkan dengan wujud berupa sosialisasi/ edukasi, kreativitas, dan gotong royong. Bentuk-bentuk partisipasi tersebut diberikan oleh kelompok/ kategori masyarakat yaitu pelajar, seniman, pemerhati budaya, masyarakat budha, dan komunitas pariwisata. Setiap kelompok/ kategori masyarakat memiliki modal yang berbeda-beda sehingga akan menciptakan bentuk penyaluran partisipasi yang berbeda pula.
Borobudur Temple is the largest Buddhist temple in Indonesia which has been included in the world cultural heritage site by UNESCO in 1991. The predicate requires management that involves community participation so that the preservation of heritage is maintained. This research aims to identify the important role of a management aspect, analyze the forms and groups/categories of community participation in the management of Borobudur Temple as a World Cultural Heritage Site. This study used qualitative research methods. Data collection techniques done by way of in-depth interviews, observation, and documentation. Sampling technique in this research is the purposive and snowball sampling. The data analysis technique used was descriptive qualitative. The legal framework is an important aspect in the management of Borobudur Temple as a world cultural heritage. However, the regulation regarding public participation is still minimal. Community participation undertaken in the management of Borobudur Temple as a world cultural heritage given in the form of physical energy, express the idea, and skills. The dominant form that is given was a express the idea with a distribution in the form was socialization /education, creativity, and cooperation. The form of participation is given by community groups/categories, namely students, artists, cultural observers, Buddhist communities, and the tourism community. Each group / category of society has a different capital so that it will create a different form of participation.
Kata Kunci : partisipasi masyarakat, pengelolaan, candi Borobudur, warisan budaya dunia, UNESCO