Laporkan Masalah

Pengaruh Faktor Profesionalisme, Individual, dan Insentif Terhadap Intensi Untuk Melakukan Whistleblowing Pada Karyawan Direktorat Jenderal Pajak (Studi Kasus Pada KPP Pratama Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman).

KEVIN RACHAELIUS, Putri Paramita Agritansia, S.E., M.Acc.

2019 | Skripsi | S1 AKUNTANSI

Berbagai kasus yang melibatkan pihak internal Direktorat Jenderal Pajak (DJP) membuat kepercayaan publik terhadap DJP menjadi berkurang sehingga sempat terdapat wacana untuk melakukan pemboikotan pajak. Melihat pentingnya peran DJP terhadap perekonomian Indonesia, DJP diharuskan untuk menjaga kredibilitasnya. Diantaranya dengan cara mencegah terjadinya perbuatan tidak etis di dalam organisasinya melalui sistem whistleblowing yang ada. Penelitian ini menguji pengaruh faktor profesionalisme, individual, dan insentif terhadap intensi untuk melakukan whistleblowing pada karyawan DJP pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPP Pratama) Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman. Penelitian ini menggunakan kuesioner. Kemudian data yang diperoleh dari penelitian ini kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor profesionalisme (dimensi afiliasi komunitas) tidak berpengaruh, (dimensi kewajiban sosial) berpengaruh positif, (dedikasi terhadap pekerjaan) berpengaruh positif, (dimensi keyakinan terhadap peraturan sendiri atau profesi) berpengaruh positif, (dimensi tuntutan untuk mandiri) berpengaruh positif, individual (dimensi locus of control) tidak berpengaruh, (dimensi komitmen organisasi) tidak berpengaruh, (dimensi personal cost) berpengaruh negatif, dan insentif berpengaruh positif terhadap intensi untuk melakukan whistleblowing pada karyawan DJP.

Various cases involving internal parties of the Direktorat Jenderal Pajak (DJP) have reduced public trust in the DJP, so much that there had been a proposal to boycott taxes. Following the importance of DJP's role in Indonesian economy, DJP is required to maintain its credibility. One way is by preventing the occurrence of unethical actions in the organization through the existing whistleblowing system. This study examines the influence of professionalism, individual factors, and incentives towards the intention to conduct whistleblowing on DJP employees at Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPP Pratama) Kota Yogyakarta and Kabupaten Sleman. This study used a questionnaire. The data obtained from this study was analyzed using regression analysis. Results showed that professionalism factors (professional organization as a major referent dimension) had no effect, (belief in public service dimension) had a positive effect, (sense of calling to the field dimension) had a positive effect, (belief in self-regulation or profession regulation dimension) had a positive effect, (autonomy dimension) had a positive effect, individual (locus of control dimension) had no effect, (organizational commitment dimension) had no effect, (personal cost dimension) had a negative effect, and incentives had a positive effect on the intention to whistleblowing on DJP employees.

Kata Kunci : Kata kunci: faktor profesionalisme (dimensi afiliasi komunitas), profesionalisme (dimensi kewajiban sosial), profesionalisme (dedikasi terhadap pekerjaan), profesionalisme (dimensi keyakinan terhadap peraturan sendiri atau profesi), profesionalisme (dimen

  1. S1-2019-381956-abstract.pdf  
  2. S1-2019-381956-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-381956-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-381956-title.pdf