Laporkan Masalah

Strategi Penghidupan Pelaku Usaha Warung Makan di Kawasan Wisata Watu Amben Desa Srimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul

MAHENDRA ARIF DWI A, Dr. Estuning Tyas Wulan Mei, S.Si., M.Si.

2019 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Objek wisata Watu Amben merupakan salah satu objek wisata yang populer berkat unggahan swafoto di sosial media. Perkembangan Obyek Wisata Watu Amben dimanfaatkan penduduk untuk membuat usaha warung makan yang bertujuan untuk peningkatan ekonomi keluarga di sekitar objek wisata. Namun demikian, kondisi pariwisata yang fluktuatif menjadi ancaman bagi pelaku usaha warung makan karena ketidakpastian pendapatan. Untuk itu, penelitian ini mencoba (i) mendeskripsikan karakteristik pelaku usaha warung makan di Kawasan Wisata Watu Amben ; (ii) mengetahui kondisi penghidupan pelaku usaha warung makan di Kawasan Wisata Watu Amben ; (iii) mengidentifikasi strategi penghidupan yang dilakukan oleh pelaku usaha warung makan di Kawasan Wisata Watu Amben. Penelitian ini menggunakan metode gabungan yaitu metode kuantitatif dan metode kualitatif. Wawancara menggunakan kuesioner dilakukan kepada sejumlah 31 responden. Adapun metode analisis dalam penelitian ini dilakukan secara deskriptif baik secara kuantitatif, misalnya pada analisis karakteristik sosial ekonomi, serta analisis kondisi aset dengan menggunakan pentagon asset. Di samping itu, metode analisis deskriptif secara kualitatif digunakan untuk membahas strategi penghidupan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (i) pelaku usaha warung makan mayoritas adalah perempuan (istri) dan mayoritas pelaku usaha merupakan pemilik ; (ii) Usaha warung makan memiliki karakteristik banyak beroperasi di akhir pekan dan sore hingga malam hari dimana jumlah pengunung paling banyak. Apabila dilihat dari pentagon aset, modal manusia merupakan modal yang paling berperan pada usaha warung makan ini ; (iii) Strategi penghidupan berupa diversifikasi dilakukan oleh mayoritas pelaku usaha warung makan di Kawasan Wisata Watu Amben.

Watu Amben is one of the popular tourist attractions due to self-photo upload on social media. The development of Tourism Object Watu Amben is used by residents to create food stalls business that aims to increase the family economy around tourist attractions. However, fluctuating tourism conditions pose a threat to food stalls businesses due to income uncertainty. For this reason, this study tries to (i) describe the characteristics of food stall business actors in the tourist area of Watu Amben; (ii) understand the livelihood conditions of food stall business actors in the tourist area of Watu Amben; (iii) identify livelihood strategy carried out by food stalls businesses. This study uses a combined method namely quantitative methods and qualitative methods. Interviews using questionnaires were conducted to a number of 31 respondents. The method of analysis in this study was carried out descriptively both quantitatively, for example in the analysis of socio-economic characteristics, as well as analysis of the condition of assets using the pentagon asset. In addition, qualitative descriptive analysis methods are used to discuss community livelihood strategies. The results of the study show that (i) the majority of food stall business actors are women (wives) and the majority of business actors are owners; (ii) Food stall businesses have many characteristics operating on weekends and evenings and evenings where there are the highest number of visitors. When viewed from the pentagon of assets, human capital is the most important capital in this food stall business; (iii) Livelihood strategies in the form of diversification are carried out by the majority of food stall business actors in the tourist area of Watu Amben.

Kata Kunci : penghidupan masyarakat, obyek wisata, swafoto, Watu Amben, strategi penghidupan

  1. S1-2019-382406-abstract.pdf  
  2. S1-2019-382406-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-382406-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-382406-title.pdf